Terungkap, Ini Motif Pengeroyokan dan Pembacokan Kades Pakel Lumajang

Terungkap, Ini Motif Pengeroyokan dan Pembacokan Kades Pakel Lumajang

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Jumat, 17 Apr 2026 19:10 WIB
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar (Foto file: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Polisi akhirnya mengungkapkan motif pengeroyokan disertai pembacokan Sampurno, kepala desa (Kades) Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang Rabu (15/4/2026) siang. Motif ini diketahui setelah 10 orang pelaku telah ditangkap.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan motif peristiwa tersebut karena para pelaku tersinggung dengan ucapan, tindakan dan aksi sang kades saat acara pengajian pada Selasa (14/4) di Kecamatan Ranuyoso. Aksi kades tersebut diduga ditujukan kepada seseorang berinisial DN atau Deni.

"Pelaku kemudian saksi dan korban sendiri mengikuti acara pengajian di Kecamatan Ranuyoso. Pada saat itu pak kepala desa (Sampurno) diperhatikan diamati oleh beberapa jemaah itu mengeluarkan suara dengan intonasi yang agak keras mungkin kalimat-kalimat yang dirasa menyinggung perasaan beberapa orang," beber Alex, Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari situ, para pelaku kemudian sempat meminta maksud perkataan dan tindakan kepala desa dengan baik-baik. Namun, sebaliknya para pelaku malah mendapat perlakuan tak baik lagi dari kepala desa.

ADVERTISEMENT

Para pelaku itu kemudian mendatangi rumah kepala desa dengan dua unit mobil. Dari rekaman CCTV tampak kembali meminta klarifikasi kepala desa soal ucapan dan tindakannya yang menyinggung dan berujung pengeroyokan dengan tangan kosong senjata tajam dan tumpul.

"Memang menimbulkan rasa tidak nyaman dari para pelaku ini atas sikap yang dilakukan tanpa disadari Pak kepala desa sehingga terjadilah pengeroyokan dengan menggunakan beberapa alat," beber Alex.

"Saat ini sudah mengamankan beberapa senjata tajam jenis celurit. Kemudian beberapa jenis senjata tumpuk kayu juga ada keris yang dianggap digunakan pada saat melakukan pengeroyokan dan itu terkonfirmasi di CCTV," imbuhnya.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi kemudian mengamankan sebanyak 10 orang pelaku pengeroyokan. Mereka ditangkap di berbagai lokasi yang berbeda dan ada yang menyerahkan diri.

Alex menyebut, para pelaku tak semuanya mengetahui soal tindakan dan ucapan kades saat di acara pengajian tersebut. Beberapa hanya ikut-ikutan karena diajak pelaku lainnya yang hadir saat pengajian ke rumah kepala desa dan ikut mengeroyok.

"Untuk pelaku ini dikatakan suruhan ada memang, ada pelaku atas nama FA BK itu yang merasakan secara langsung pada hari selasa 14 (saat pegajian) mengetahui ketidaknyamanan atas perilaku kata-kata dan gesture kepala desa," terang Alex.

Sehingga dia mengajak beberapa rekannya termasuk orang yang tidak dikenal waktu ditemui di pasar waktu itu. kemudian mereka menjelaskan awalnya hanya ingin konfirmasi kenapa pak kepala desa ini mengeluarkan kalimat kata-kata terhadap seseorang saksi berinisial DN," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, dihebohkan dengan peristiwa pengeroyokan yang dialami sang kepala desa bernama Sampurno, yang terjadi di kediamannya sendiri, Rabu (15/4/2026) siang. Pembacokan tersebut diduga karena masalah salah paham yang terjadi sebelumnya di sebuah acara pengajian.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads