Tak Terima Disalip Berujung Ibu Muda Maki Emak-emak hingga Toyor Anaknya

Round Up

Tak Terima Disalip Berujung Ibu Muda Maki Emak-emak hingga Toyor Anaknya

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 19 Apr 2026 11:00 WIB
Ibu muda maki-maki pengendara motor perempuan di Mojokerto
Ibu muda maki-maki pengendara motor perempuan di Mojokerto/Foto: Tangkapan layar
Mojokerto -

Aksi seorang ibu muda (bumud) yang memaki hingga melakukan kekerasan terhadap pemotor perempuan dan anaknya di Kota Mojokerto viral di media sosial. Insiden yang dipicu aksi emak-emak menyalip di jalan ini berujung panjang, mulai dari trauma korban hingga pelaku akhirnya diamankan polisi.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Empunala itu tak hanya menyita perhatian publik karena aksi agresif pelaku, tetapi juga karena korban memilih menahan diri demi anaknya. Kini, kasus tersebut memasuki tahap penanganan polisi dan rencana mediasi.

Insiden viral yang melibatkan seorang ibu muda pengemudi Daihatsu Ayla dengan pemotor perempuan di Kota Mojokerto akhirnya menemui titik terang. Polisi telah mengamankan pelaku dan berencana memediasi kedua belah pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Empunala, tepatnya di depan Enny Risol. Saat itu, Lutvia Indriana (33), guru PJOK SD asal Kelurahan Wates, Magersari, tengah dalam perjalanan pulang kerja sekaligus menjemput putranya, MAH (9), siswa kelas 2 SD.

Video yang diterima detikJatim, ibu muda ini memaki pemotor dengan suara kencang. Perempuan memakai kaus oranye, legging hitam dan sandal jepit ini berbicara dengan logat batak, tapi sesekali bisa bahasa jawa. Sedangkan si pemotor lebih banyak diam sambil duduk di atas motor Yamaha NMax biru muda bersama anak laki-lakinya.

ADVERTISEMENT

Suara keras bumud memaki pemotor ini mengundang perhatian warga sekitar. Nampak seorang pria ojek online (ojol) berusaha meredakan situasi. Namun, bumud menyuruhnya diam karena dianggap tidak tahu ceritanya. Ya, bumud ini menuduh pemotor memotong jalannya sehingga dia ngerem mendadak.

Rem mendadak itu membuat anak perempuannya yang duduk di kursi depan, kaget. Beruntung anaknya memakai sabuk pengaman sehingga kepalanya tak terbentur dashboard mobil. Sambil mengatakan narasi tersebut, bumud 2 kali menoyor kepala anak pemotor.

Toyoran cukup keras ini membuat si anak langsung tertunduk. Selanjutnya bumud memukul helm pemotor atau ibu si anak sambil terus melontarkan makian. Pemotor ini dikatai lonte, pakai kerudung, berhijab tidak punya otak, otaknya ditinggal di dapur.

"Kamu buat anak ngencok bisa, bawa motor tak bisa. Ayo urusan polisi, kalau tak terima ayo urusan polisi, jangan menghindar, ayo urusan polisi, yang mancing masalah kamu lo ya," kata bumud yang dikutip detikJatim, Sabtu (18/4/2026).

Tak sampai di situ, bumud melarang pemotor perempuan ini pergi. Ia terus mengajak pemotor untuk menyelesaikan masalah dan mengecek dashcam belakang mobilnya. Ketika pemotor memutar motornya ke timur, lalu hendak pergi, bumud menginjak spakbor depannya. Saat pemotor memutar motornya ke barat, tasnya ditarik oleh bumud.

Emak-emak di Mojokerto Lutvia menunjukkan foto luka di mata kanan karena dicolok pelakuEmak-emak di Mojokerto Lutvia menunjukkan foto luka di mata kanan karena dicolok pelaku Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Sementara itu, pemotor emak-emak Lutvia mengaku, ia melaju dari Simpang 4 Sekarsari dan hendak belok kanan dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Empunala. Di depannya terdapat mobil Ayla hitam yang kemudian terlibat insiden.

"Saya tidak bisa menyalip dari sisi kanan karena mepet median jalan. Saya jalan pelan belok kanan ambil lajur kiri. Saya tidak sadar kalau memotong jalan. Kalau menyalip, iya dari sisi kiri. Saya dan mobil itu sama-sama belok kanan, sama-sama sudah sein kanan," kata Lutvia kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Setelah berbelok, Lutvia melaju pelan. Namun sekitar 50 meter kemudian, mobil Ayla tersebut tiba-tiba memotong lajunya hingga ia terpaksa berhenti.

"Dia buka kaca mobil kiri, saya disiram air dari botol sambil diumpat-umpat. Kena saya dan anak saya. Saya kaget kok tiba-tiba disiram air dan diumpat seperti itu, salah saya apa," terangnya.

Tak berhenti di situ, pengemudi mobil yang disebut sebagai bumud itu turun dari kendaraan dan terus memarahi Lutvia. Ia bahkan mengajak mengecek dashcam sambil menahan korban agar tidak pergi.

"Kemudian saya diajak cek kamera dashcam belakang di mobilnya. Saya tidak turun dari motor karena kaki saya diinjak. Mungkin dia mau menunjukkan kesalahan saya," jelas Lutvia.

Meski sudah meminta maaf, amarah pelaku tak mereda. Ia terus memaki, bahkan melakukan tindakan fisik kepada korban dan anaknya.

"Yang berusaha melerai saat itu ada dua tukang parkir, satu ojol, pegawai Enny Risol, sopir bus yang mengantar beli oleh-oleh di Boliem, laki-laki semua. Mereka diancam kalau ikut-ikut dilaporkan polisi," ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, Lutvia memilih tidak melawan demi memberikan contoh baik kepada anaknya.

"Kalau saya membalas umpatan dia, membalas pakai tangan, takutnya menjadi contoh buruk bagi anak saya. Karena anak saya tidak pernah mendengar kata-kata kasar seperti itu. Belum lagi kalau ada yang merekam video, mencuat di medsos, masyarakat akan tahu, apalagi saya sebagai pendidik," terangnya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Keributan yang berlangsung sekitar 30 menit itu membuat anak Lutvia ketakutan hingga menangis. Bahkan setelah kejadian, sang anak mengaku trauma.

"Karena anak saya tidak pernah dengar kata-kata kasar. Waktu di rumah (setelah pulang), dia bilang tidak mau lewat jalan itu lagi kalau sama ibu, kalau sama ayah, bareng-bareng gitu aku mau. Kemarin pagi dia bilang kalau dia tidak sekolah, saya dilarang bawa motor sendiri, disuruh naik ojol," ungkapnya.

Situasi mereda setelah pelaku meninggalkan lokasi, meski sempat membawa kunci motor korban.

"Katanya saya mau kabur, tidak mau menyelesaikan masalah. Padahal saya sudah minta maaf, respons dia maaf saja tidak cukup, dia menantang lapor polisi kalau saya tidak terima," ujarnya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Mojokerto Kota pada Jumat (17/4). Polisi pun bergerak cepat memburu pelaku yang sempat tidak berada di rumah.

Pelaku diketahui bernama Inge Marita (28), warga Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ia akhirnya diamankan di rumah kerabatnya di wilayah Pandaan, Pasuruan pada Sabtu (18/4) malam.

IM (28) saat dibawa ke Mapolres Mojokerto KotaIM (28) saat dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

"Kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB bisa mengamankannya. Diamankan bersama anaknya perempuan di rumah kerabatnya. Kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto langsung dilakukan pemeriksaan. Sampai detik ini yang bersangkutan masih diperiksa," tandasnya.

Polisi menyebut, kasus ini akan ditempuh melalui mediasi terlebih dahulu.

"Perintah pimpinan, nanti akan dilakukan mediasi. Rencana hari ini," kata Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan kepada detikJatim, Minggu (19/4/2026).

Namun, jika mediasi tidak tercapai, proses hukum tetap akan berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

"(Kalau pelapor menolak berdamai) Tetap diselidiki sesuai pasal yang diterapkan, indikasi perbuatan tidak menyenangkan masuk atau tidak, nanti penyidik yang menentukan," terangnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads