Drama haru mewarnai mediasi kasus ibu muda yang memaki pemotor emak-emak hingga menoyor kepala bocah SD di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Pelaku, Inge Marita (28), tak kuasa menahan tangis hingga bersimpuh di hadapan korban, Lutvia Indriana (33). Namun, meski telah saling memaafkan, proses hukum tetap berlanjut.
Mediasi digelar Polres Mojokerto Kota di ruang Unit 3 Pidana Umum Satreskrim sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi menghadirkan Inge didampingi keluarga serta Lutvia bersama suaminya.
Dalam pertemuan tertutup itu, suasana emosional tak terhindarkan. Inge bahkan bersimpuh sambil memegang lutut Lutvia untuk meminta maaf. Air mata penyesalannya pun tak terbendung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil mediasi dengan mbanya (Inge) tadi, mbanya minta maaf. Kami secara manusiawi juga sudah memaafkan, tapi ini kan negara hukum. Jadi, semua kasus yang terjadi kemarin, saya serahkan ke pihak kepolisian," kata Lutvia kepada wartawan di lokasi, Minggu (19/4/2026).
Meski memaafkan secara pribadi, Lutvia memastikan proses hukum tetap berjalan. Ia telah melaporkan Inge ke Polres Mojokerto Kota pada Jumat (17/4) malam.
"Iya (kasus dilanjutkan). Kita harus memberikan efek jera biar dia (Inge) tidak mengulangi kesalahan yang sama nanti," tegasnya.
Lutvia juga mengapresiasi respons cepat polisi dalam menangani kasus tersebut.
"Terima kasih Polres Mojokerto Kota dengan cepat menemukan pihak (Inge) dan merespons laporan kami dengan cepat," ujarnya.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jinarwan membenarkan kedua pihak telah saling memaafkan. Namun, proses hukum tetap berlanjut karena laporan belum dicabut.
"Karena ini negara hukum, ibu pengendara motor (Lutvia) sudah membuat laporan, sampai sekarang belum ada pencabutan, makanya sampai sekarang proses masih berlanjut," jelasnya.
Menurut Jinarwan, Inge dilaporkan atas dugaan perampasan serta kekerasan terhadap anak. Ia juga meluruskan kabar bahwa Inge kabur usai kejadian viral.
"Ibu ini (Inge) merasa ketakutan setelah melihat viralnya di medsos. Dia bukan melarikan diri, tapi ke rumah kerabatnya di Pasuruan untuk mengamankan diri dan menenangkan diri," ungkapnya.
Di sisi lain, Inge mengaku menyesali perbuatannya. Ia menyebut tindakannya dipicu emosi sesaat saat berkendara.
"Saat belok ke kanan, posisi mobil saya miring (serong ke kanan), Bu Lutvia langsung dari kiri ke kanan. Di depan ada mobil orang lain. Jadi, Bu Lutvia masuk di antara mobil saya dengan mobil depan," terangnya kepada wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Minggu (19/4/2026).
"Iya saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil. Jadi, saya juga mengkhawatirkan anak saya itu takut kenapa-napa di dalam mobil," jelas perempuan kelahiran Situbondo 5 Maret 1998 ini.
"(Apakah ada trauma sebelumnya?) Tidak ada," tandasnya.
Meski demikian, Inge masih berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. "Harapannya damai kekeluargaan karena saya ada anak, kasihan anak saya," tandasnya.
Kasus ini bermula dari insiden di Jalan Empunala pada Selasa (14/4) sore. Saat itu, Inge yang mengemudikan mobil merasa tersinggung karena kendaraannya dipotong oleh sepeda motor yang dikendarai Lutvia.
Emosi yang memuncak membuat Inge memaki hingga melakukan kekerasan. Ia menoyor kepala putra Lutvia, memukul helm, menginjak kaki, hingga mencolok mata kanan korban.
Akibat kejadian tersebut, Lutvia mengalami luka pada mata kanan, sementara anaknya menangis ketakutan. Keributan berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya Inge pergi.
Lutvia kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Sehari setelahnya, tim Resmob meringkus Inge di rumah kerabatnya di Pasuruan. Kini, meski air mata dan permintaan maaf telah terucap, proses hukum tetap berjalan sebagai konsekuensi dari perbuatan Inge.
Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
