Pembobolan terjadi di gedung SDN 2 Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Maling itu berhasil menggondol tiga laptop dan proyektor.
Informasi yang diperoleh detikJatim, pencurian terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 15.06 WIB. Aksi nekat pencuri pada siang hari itu, terekam CCTV.
Kepala SDN 2 Sonobekel, Wahyu Nugraheni mengaku telah membuat laporan polisi ke Polsek Warujayeng pada Selasa (21/4/2026) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melaporkan peristiwa pencurian di sekolah saya," ujar Wahyu, Selasa (21/4/2026).
Wahyu juga membawa rekaman CCTV berdurasi 9 menit, yang menunjukkan gerak-gerik orang yang diduga sebagai pelaku. Adalah seorang pria memakai helm hitam dan membawa tas ransel, masuk ke ruang kelas saat kondisi masih terang.
Dalam rekaman tersebut, pelaku juga terlihat leluasa beraksi di lingkungan sekolah yang sedang sepi, karena hari libur.
"Di CCTV itu nampak kejadiannya jam 3 lebih (pukul 15.09 WIB). Masih siang, masih terang," imbuhnya.
Akibat kejadian itu, pihak sekolah mengalami kerugian cukup besar. Terlebih, tiga laptop yang hilang merupakan perangkat penting yang akan digunakan untuk pelaksanaan ujian TKA dalam waktu dekat, yakni pada 29 April 2026.
"Laptop yang support untuk aplikasi TKA itu cuma lima unit. Tiga di antaranya yang hilang. Jadi sangat mengganggu persiapan ujian anak-anak," ujarnya.
Laptop yang dicuri itu sebelumnya digunakan untuk gladi ujian dan rencananya langsung dipakai untuk pelaksanaan ujian pada Rabu (29/4/2026). Namun, sebelum sempat digunakan, perangkat itu justru raib dicuri.
"Setelah gladi belum sempat dikembalikan, rencananya mau dipakai ujian. Lah ternyata sudah diambil orang duluan," tuturnya.
Wahyu berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Ia juga berharap barang-barang yang hilang bisa ditemukan kembali agar kegiatan ujian siswa tidak terganggu.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Warujayeng Kompol Ahmad Junaidi mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas peristiwa pencurian tersebut.
"Kita sudah cek CCTV beberapa titik. Kecurigaan pelaku sudah ada, masih dalam penyelidikan," ujar Junaidi.
(auh/abq)
