Fakta Gila Guru Ngaji di Pamekasan Pernah Perkosa 2 Anak Sekaligus

Fakta Gila Guru Ngaji di Pamekasan Pernah Perkosa 2 Anak Sekaligus

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Kamis, 23 Apr 2026 12:45 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi. (Foto: Zaki Alfarabi/BeritaKlik)
Pamekasan -

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru ngaji berinisial MD di Pamekasan memasuki babak baru yang mencengangkan. Selain telah dilakukan berulang kali, tersangka diketahui pernah memerkosa kedua anak di bawah umur itu secara bersamaan dalam satu ruangan.

Aksi bejat itu menimpa korban berinisial FZ dan sepupunya, D. Keduanya diduga menjadi pelampiasan nafsu tersangka dalam sebuah pertemuan yang direncanakan oleh pelaku dengan modus mengajak bermain.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kengerian saat kedua korban dibawa masuk ke dalam kamar yang sama oleh tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gila ini, keduanya (pernah) disatukan dalam kamar, diperkosa bersamaan. Ini dua-duanya ada dalam kamar apa nggak ngeri?" Kata sumber itu sambil mengelus dada kepada detikJatim, Kamis (23/4/2026).

Meski tersangka telah diamankan, muncul upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menghentikan kasus ini melalui jalur kekeluargaan. Namun, pihak keluarga dan pendamping menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

"Ada yang mengajak damai, berusaha menghubungi orang tua korban tadi malam, tapi kasus tetap berlanjut," tegas sumber tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Yoyok Hardianto menjelaskan bahwa dalam melancarkan aksinya, tersangka MD kerap menggunakan iming-iming uang agar korban mau menuruti kemauannya. Salah satu korban, FZ, bahkan telah menjadi sasaran sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Korban sering dikasi uang seratus ribu dan itu sering dilakukan kepada FZ semenjak masih SD kelas 5," terang AKP Yoyok Hardianto, Rabu (22/4/2026).

Selain di dalam kamar, tersangka juga kerap membawa korban ke sebuah gubuk sepi di dekat rumahnya untuk melakukan perbuatan asusila tersebut. Kasus ini akhirnya terbongkar setelah korban memberanikan diri melapor kepada guru terdekat, yang kemudian diteruskan kepada orang tua korban dan pihak kepolisian.

Saat ini, Polres Pamekasan masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta memperkuat alat bukti untuk menjerat tersangka. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan mengedukasi anak agar tidak mudah menerima pemberian dari orang asing atau orang di sekitar tanpa pengawasan.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads