Fakta-fakta Dramatis Duel Agus Lawan 4 Begal Bercelurit di Nganjuk

Fakta-fakta Dramatis Duel Agus Lawan 4 Begal Bercelurit di Nganjuk

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 27 Apr 2026 10:15 WIB
Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk di lokasi duel
Agus Siswanto (46), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk di lokasi duel/Foto: Bakrie/detikJatim
Nganjuk -

Nasib mujur berpihak kepada Agus Siswanto (46), warga Nganjuk yang lolos dari maut setelah terlibat duel melawan empat orang bersenjata tajam saat melintas tengah malam. Dalam situasi terdesak, Agus nekat melawan para pelaku yang diduga komplotan begal, bahkan menabrakkan motornya demi menyelamatkan diri.

Peristiwa mencekam di Dusun Keduk, Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Nganjuk itu memunculkan kisah dramatis tentang perlawanan korban, aksi spontan warga yang datang menolong, hingga dugaan adanya kelompok pengadang jalan yang meresahkan.

Berikut fakta-fakta duel Agus lawan 4 pria bercelurit:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Agus Diadang Empat Orang Bersenjata Tajam Tengah Malam

Peristiwa itu terjadi Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB saat Agus pulang usai lembur dan melintas di jalan desa yang sepi, tiba-tiba empat orang mengadangnya dan dua di antaranya membawa celurit.

Dalam kondisi terpojok dan merasa terancam, Agus mengambil langkah nekat dengan menabrakkan motornya ke salah satu pelaku yang membawa senjata tajam.

ADVERTISEMENT

"Saya tabrakkan motor saya ke salah satu orang yang membawa celurit, sampai jatuh," ungkap Agus.

Aksi spontan itu menjadi titik awal duel sengit yang membuat Agus lolos dari kemungkinan lebih buruk, meski ia harus berhadapan dengan empat orang sekaligus dalam situasi yang tidak seimbang.

2. Sempat Duel dan Kena Pukul di Wajah

Setelah satu pelaku terjatuh, ancaman belum berhenti karena pelaku lain disebut sempat membacok ke arah leher Agus, namun serangan itu berhasil dihindari dan Agus membalas dengan memukul hingga lawannya tersungkur.

Di tengah duel tersebut, korban justru menerima pukulan dari pelaku lain yang membuat mata kirinya mengalami bengkak.

"Tapi pelaku lainnya memukul saya, sampai mata kiri saya bengkak ini," tambah Agus.

Agus mengatakan, dirinya hanya mengalami luka akibat pukulan di wajah, namun insiden itu memperlihatkan bagaimana ia harus bertahan dalam situasi yang disebut mengancam nyawa.

"Hanya saya kena pukul di wajah ini," ujar Agus sambil menunjukkan wajahnya bekas pukulan.

3. Teriakan Agus Diselamatkan Warga Nongkrong di Warkop

Saat merasa jumlah pelaku terlalu banyak dan keselamatannya terancam, Agus berteriak meminta pertolongan. Keputusan ini menjadi penyelamatnya karena teriakan itu didengar para pemuda yang sedang nongkrong di warung kopi.

Sekelompok warga langsung berdatangan ke lokasi dan membuat empat pelaku panik lalu kabur meninggalkan tempat kejadian.

"Saya berteriak minta tolong. Banyak anak muda yang sedang ngopi di warung langsung datang menolong. Pelaku empat orang langsung kabur itu," beber Agus.

4. Korban Menduga Pelaku Komplotan Begal

Agus menduga empat orang yang menyerangnya merupakan komplotan begal karena sebelumnya ia mendengar ada kasus pengadangan terhadap warga lain, termasuk tukang sayur dan bidan desa yang pulang usai membantu persalinan.

Dugaan itu menguat meski pada peristiwa yang dialami para pelaku disebut tidak sempat meminta uang atau merampas barang karena lebih dulu terjadi duel.

"Dulu, katanya mereka itu minta uang. Tapi pas saya kemarin, mereka tidak berkata apa-apa. Jadi, motor dan uang saya aman," kata Agus.

Menurut Agus, para pelaku kabur menggunakan dua motor Honda Vario hitam tanpa pelat nomor, namun identitas mereka sulit dikenali lantaran wajah tertutup kain.

5. Polisi Mengaku Belum Terima Laporan

Meski peristiwa ini menyita perhatian karena korban nyaris menjadi korban kejahatan jalanan, Kapolsek Sawahan AKP Hanum Ayu Danastri mengaku belum memperoleh informasi resmi terkait kejadian tersebut. Polisi juga menyebut hingga kini belum ada laporan yang masuk dari korban mengenai dugaan pengadangan dan penyerangan itu.

"Belum ada laporan," jawab AKP Hanum dikonfirmasi detikJatim.

Kondisi ini membuat kasus duel Agus melawan empat pria bercelurit belum masuk penanganan kepolisian, meski cerita korban memunculkan kekhawatiran soal potensi aksi begal di kawasan tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Duel Maut Siswa SMP 2 Vs 2 di Cianjur, Satu Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads