Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Kasus meninggalnya Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, berinisial M (55), akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Ini setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma menyampaikan hasil penyelidikan setelah dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, peristiwa ini murni bunuh diri," kata Siko kepada wartawan di Mapolresta Sidoarjo, Senin (4/5/2026).
Korban diketahui merupakan Kepala Desa Buncitan yang tinggal di kawasan Perumahan Raha Sedati, Kecamatan Sedati. Ia ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya di kantor desa pada Minggu (3/5) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti di lokasi. Di antaranya satu pasang sandal warna cokelat, satu unit handphone, sepeda motor Honda Vario, selang air warna biru sepanjang kurang lebih 140 cm, serta dua lembar dokumen berupa surat yang ditulis tangan dan surat perjanjian kerja.
Siko menjelaskan, berdasarkan kronologi, peristiwa pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan berinisial MK yang datang ke balai desa sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan aktivitas rutin.
Saat itu, saksi melihat sepeda motor korban masih terparkir di depan ruang kepala desa. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan karena biasanya korban sudah pulang pada jam tersebut.
"Saksi kemudian mendekat ke ruang kepala desa, mendapati pintu tidak terkunci dan kondisi ruangan gelap, hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya.
Jenazah korban kini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan pemeriksaan medis. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Hasil penyelidikan menguatkan bahwa korban mengakhiri hidupnya sendiri. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang di sekitar.
"Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap lingkungan dan orang-orang terdekat," pungkas Siko.
(irb/hil)
