Sebuah video yang memperlihatkan rombongan wisatawan asal Surabaya diserang sekelompok orang diduga suporter viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat kendaraan dirusak hingga korban mengalami luka-luka.
Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, saat rombongan wisatawan tengah menginap. Polisi kini turun tangan menyelidiki kejadian tersebut untuk mengungkap penyebab pasti dan pihak yang terlibat.
Berikut fakta-fakta penyerangan yang dihimpun:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Terjadi di Pantai Wediawu Malang
Peristiwa penyerangan terhadap rombongan wisatawan asal Surabaya ini disebut terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Selasa dini hari saat para korban tengah beristirahat di lokasi penginapan. Lokasi yang relatif terpencil diduga membuat situasi menjadi sulit dikendalikan ketika sekelompok orang datang dan melakukan aksi penyerangan secara tiba-tiba.
"Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi," ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
2. Kendaraan Dirusak dan Dicoret
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah kendaraan berpelat L dirusak dengan cara dipecah kacanya dan dicoret menggunakan berbagai kata bernada umpatan, yang mengarah pada identitas suporter tertentu.
3. Enam Orang Terluka dan Kendaraan Rusak
Akibat penyerangan tersebut, sebanyak enam orang dilaporkan mengalami luka-luka dan enam unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan cukup parah. Para korban langsung mendapatkan penanganan awal, sementara polisi melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
4. Diduga Ada Sweeping dan Penjarahan
Selain melakukan penyerangan, kelompok pelaku juga diduga melakukan sweeping terhadap wisatawan serta menjarah barang di area campground dan cottage tempat korban menginap.
"Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan," tegasnya.
5. Muncul Video Dugaan Pemicu
Setelah video penyerangan viral, muncul rekaman lain berdurasi 25 detik yang memperlihatkan suasana di sebuah cottage dengan suara orang bernyanyi, yang diduga menjadi pemicu amarah kelompok pelaku. Dalam keterangan video tersebut, disebutkan adanya dugaan nyanyian berisi ujaran kebencian atau rasis terhadap Arema FC dan Aremania.
"Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk memastikan kronologi secara utuh," tegasnya.
6. Polisi Masih Selidiki Pelaku dan Motif
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dengan fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kronologi secara utuh. Polisi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat serta memberikan pengawalan kepada rombongan wisatawan demi menjamin keamanan mereka.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," pungkasnya.
Simak Video "Video: Rombongan Kloter Pertama Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
