Ada 114 Klien Pakai Komplotan Joki UTBK, Mayoritas Incar Kedokteran

Ada 114 Klien Pakai Komplotan Joki UTBK, Mayoritas Incar Kedokteran

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 07 Mei 2026 20:29 WIB
Komplotan 14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya
Komplotan 14 tersangka joki UTBK yang ditangkap Polrestabes Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Komplotan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya yang telah beroperasi 9 tahun dibongkar. Tercatat, sudah ada ratusan klien atau calon mahasiswa yang menggunakan jasa joki tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan hingga kini penyidik telah mengantongi identitas 114 orang. Mereka diduga menjadi pemberi order atau pengguna jasa joki UTBK.

"Tetapi sampai dengan hari ini kita terus lakukan pendalaman dan sampai dengan saat ini sudah kita temukan data pemberi order yang sudah terdata dan sudah kita bisa kumpulkan identitasnya itu sebanyak 114 orang. Nama-namanya sudah kita dapatkan dan kita akan terus dalami itu," kata Luthfie saat konferensi pers, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi artinya kita akan terus kembangkan ini baik ke atasnya jaringan-jaringan lain sampai dengan kepada pemberi order atau calon mahasiswa waktu itu, dan sebagian sudah lulus, sebanyak 114 orang ini kita akan dalami," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Luthfie menyebut praktik perjokian itu tidak hanya menyasar kampus di Jawa Timur. Jaringan tersebut juga diduga bermain di sejumlah kampus di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Kalimantan.

"Karena ini ternyata tersebar tidak saja di kampus yang ada di Jawa Timur tetapi ada di Jawa Barat, kemudian di Jawa Tengah dan juga di luar Jawa terutama di Kalimantan. Ini terus kita akan dalami," jelasnya.

Polisi sejauh ini telah menangkap dua joki berinisial N dan P yang berstatus mahasiswa atau pelaksana saat ujian. Dari hasil pengembangan, polisi juga telah mengidentifikasi joki lain yang masih diburu.

"Hasil pengembangan kita bisa mengidentifikasi dua pelaku atau joki lainnya. Masih kita dalami. Ada satu laki-laki dan ada satu perempuan," sambungnya.

Luthfie mengungkap dari hasil pemeriksaan sementara, Fakultas Kedokteran menjadi jurusan yang paling banyak diminati pengguna jasa joki UTBK.

"Kami sampaikan bahwa hasil keterangan saat ini dari penjelasan ataupun keterangan persangkaan utama saudara K ternyata yang paling diminati untuk menggunakan joki itu sebagian besar adalah dari Fakultas Kedokteran," katanya.

Menurut pengakuan tersangka, tingginya peminat Fakultas Kedokteran dipicu tingkat kesulitan ujian yang dianggap lebih tinggi dibanding jurusan lain.

"Ketika ditanya kenapa seperti itu, karena memang tesnya relatif lebih sulit atau membutuhkan kecerdasan yang lebih dari yang lain," pungkasnya.

Sebelumnya, komplotan joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya dibongkar Polrestabes Surabaya. Sebanyak 14 orang ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka dari berbagai macam profesi termasuk dokter dan aparatur sipil negara (ASN).

Ke-14 tersangka tersebut antara lain NRP (21) mahasiswa, PIF (21) mahasiswa, IKP (41) karyawan swasta, FP (35) karyawan swasta, BPH (29) dokter, DP (46) dokter, MI (31) dokter, RZ (46) pedagang, HRE (18) pelajar, BH (55) wiraswasta, SP (43) karyawan swasta, SA (40) karyawan swasta, ITR (38) karyawan ASN P3K, serta CDR (35) karyawan ASN P3K.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan kasus itu terungkap berawal dari pelaksanaan UTBK SNBT di Gedung Rektorat Lantai 4 Unesa, Jalan Lidah Wetan, pada 21 April 2026 lalu.

"Jadi hasil pemeriksaan sampai dengan saat ini bahwa tidak ada keterlibatan dari pihak kampus berkaitan dengan terjadinya perjokian dalam ujian masuk seleksi mahasiswa ini," kata Luthfie, Kamis (7/5/2026).




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads