Kasus penyerangan wisatawan asal Surabaya oleh Aremania di kawasan Pantai Wediawu, Kabupaten Malang berbuntut panjang. Empat orang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Keempat tersangka yakni berinisial A, Z, Y yang berperan merusak kendaraan wisatawan. Sedangkan satu tersangka berinisial M berperan sebagai penghasut. Seluruh tersangka merupakan warga Malang.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi membeberkan pemicu penyerangan dan perusakan itu berawal dari nyanyian wisatawan. Adapun nyanyiaan tersebut liriknya mengandung provokasi yang menyinggung kelompok suporter Arema FC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peserta menyanyikan lagu yang liriknya mengandung atau menyinggung elemen masyarakat lainnya. Nah, ini yang diduga menjadi salah satu pemicu permasalahan ini," ungkap Taat, Jumat (8/5/2026).
Nyanyian tersebut, lanjut Taat, ternyata sempat direkam dan disebar di media sosial. Akibatnya video tersebut kemudian memancing amarah Aremania setelah sebelumnya dihasut oleh salah satu tersangka.
"Dan ada satu tersangka diduga melakukan penghasutan. Sehingga massa mulai berkumpul pada pukul 22.30 WIB untuk merencanakan aksi menuju lokasi penginapan wisatawan," terang Kapolres.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan rombongan wisatawan asal Surabaya diserang ratusan kelompok suporter diduga aremania viral di media sosial. Tak hanya menyerang, para pelaku juga merusak kendaraan wisatawan.
Dalam video disebutkan lokasi penyerangan terjadi di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Peristiwa tersebut menimpa rombongan wisata asal Surabaya yang tengah menginap di sekitar lokasi.
Tampak kaca kendaraan pelat L itu dipecah dan dicoret dengan berbagai kata-kata umpatan kepada Bonek sebutan suporter Persebaya. Akibat penyerangan itu sejumlah orang juga tampak mengalami luka-luka.
Padahal rombongan tersebut diketahui murni berlibur tanpa mengenakan embel-embel suporter klub. Namun para pelaku tampak melakukan sweeping dan diduga menjarah di campground dan cottage para wisatawan.
Setelah viral video tersebut, kemudian muncul video berdurasi selama 25 detik. Dalam video tersebut merekam diduga sebuah cottage tempat menginap para wisatawan. Dalam video tampak terdengar sayup-sayup orang bernyanyi.
Dalam keterangan video tersebut ditulis bahwa wisatawan disebut bernyanyi ujaran kebencian atau rasis kepada Arema FC dan aremania. Hal itu lah yang diduga jadi awal pemicu aremania murka dan menyerang rombongan wisatawan asal Surabaya.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut penyerangan dilakukan pada Selasa (5/5/2026) dini hari.
"Petugas segera mendatangi TKP setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan situasi," ujar Bambang kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
(auh/abq)