Terungkap! Sugiri Sancoko Utang Miliaran buat Pilkada, Baru Nyicil Rp 1 M

Terungkap! Sugiri Sancoko Utang Miliaran buat Pilkada, Baru Nyicil Rp 1 M

Auliyau Rohman - detikJatim
Senin, 18 Mei 2026 22:07 WIB
Petugas membawa tersangka selaku Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (kedua kiri) untuk dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Dari hasil operasi tangkap tangan, KPK menetapkan dan menahan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, Direktur RSUD Harjono Kabupaten Ponorogo Yunus Mahatma, dan pihak swasta Sucipto sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan jabatan, dugaan suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/sgd
Mantan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko usai ditetapkan tersangka suap. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Pacitan -

Penggeledahan KPK di rumah seorang wanita pengusaha di Pacitan bernama Citra Margaretha mengungkap fakta mengejutkan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Sugiri Sancoko, Mantan Bupati Ponorogo yang saat ini menjadi tersangka sejumlah kasus. Terungkap bahwa Sugiri diduga utang miliaran rupiah untuk maju Pilkada 2024.

Citra Margaretha selaku pihak pemberi utang yang mengungkapkan hal tersebut. Dia ungkapkan bahwa dia memberikan utang kepada Sugiri melalui perantara Ely Widodo, adik kandung Sugiri Sancoko, dengan penjamin seorang mantan pejabat di Pacitan yang dia kenal.

"Sebenarnya transaksi saya itu kan bukan dengan Pak Giri, tapi dengan adiknya Pak Giri, Pak Eli Widodo, yang pinjam ke saya. Dulu dijembatani sama Pak Sakundoko, mantan kepala Dinas Pendidikan di sini (Pacitan), makanya saya mau melepaskan itu utang)," ujar Citra kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Citra juga menegaskan bahwa dirinya hanya sebagai pemberi utang kepada Sugiri Sancoko. Dia tidak berurusan dengan politik atau main proyek hingga mutasi jabatan karena memang enggan menanggung risikonya.

"Saya sebagai funder (penyokong dana) dong. Karena kan memang pinjamnya untuk Pilkada. Tapi saya nggak pernah mau ngurusin proyek di sana, mutasi jabatan, saya nggak mau resiko. Saya murni ngutangin dengan bunga 10%," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Citra mengaku kaget rumahnya didatangi KPK dengan pengawalan polisi. Dia merasa dirinya sama sekali tidak terlibat korupsi. Saat penggeledahan dilakukan penyidik, dia justru mengaku sempat ditanya-tanya sambil bercanda.

"Ya ditanya-tanya, guyon-guyon sama semua. Teman-teman kok. Makanya saya kaget. Loh, kamu datang ke sini kok nggak WA saya? Makanya kan saya juga agak sedikit aneh, sedangkan saya ini sudah menerima surat panggilan untuk menghadap KPK di BPKAB Surabaya itu tanggal 25," ujarnya.

Dia mengaku para penyidik KPK hanya meminjam ponselnya. Dia sendiri tidak keberatan ponselnya dipinjam karena dia tahu nanti akan dikembalikan. Selain itu dia berupaya meyakinkan bahwa di ponselnya tidak ada apa-apa berkaitan dengan Sugiri Sancoko maupun Eli Widodo yang keduanya sama-sama jadi tersangka sejumlah kasus korupsi Ponorogo.

"Teman-teman yang lain digeledah udah sebelum-sebelumnya. Kok saya baru? Saya jadi tanda tanya, ada apa, kan gitu. Tapi kan faktanya juga tidak ditemukan apa-apa. HP saya pun juga nggak ada cacatnya dengan Giri maupun Eli tersangka, tapi ya nggak apa-apa lah wong namanya pinjam kita kasih, nanti kalau dia sudah selesai kan pasti mengembalikan juga sama kita," katanya dengan nada yang lugas.

Sebelumnya, penyidik KPK yang berjumlah 12 orang tuntas melakukan aktivitas diduga penggeledahan di rumah mewah berlantai 2 berpagar tinggi di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Pacitan yang ternyata milik Citra. Saat penggeledahan berlangsung, Citra sendiri sedang berada di rumahnya.

Proses penggeledahan di rumah mewah itu bila ditotal sejak mobil para penyidik KPK datang hingga tuntas dan bergeser dari rumah mencapai lebih dari 2,5 jam. Iring-iringan 3 mobil penyidik KPK terpantau bergeser dari lokasi rumah itu sekitar pukul 18.54 WIB. Ada 3 unit Innova hitam yang melesat ke arah timur melalui Jl Yos Sudarso.

Seperti halnya saat kedatangan, kepergian personel lembaga antirasuah itu juga dikawal ketat aparat kepolisian. Mobil operasional polisi tampak mengawal iring-iringan ketiga mobil tersebut.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari KPK. Jubir KPK Budi Prasetyo saat dihubungi detikJatim menyatakan akan mengecek penggeledahan di Pacitan berkaitan kasus apa.

"Kami cek dulu," ujarnya saat dihubungi detikJatim melalui pesan WhatsApp.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar saat dikonfirmasi juga mengaku belum mengetahui secara pasti agenda ataupun kegiatan yang dilakukan KPK di wilayah hukum yang dia pimpin.

"Saya tidak tahu giat apa dan untuk apa, namun melihat permintaan bantuan kelengkapan biasanya terkait penggeledahan," terang Ayub.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads