Detik-detik Badut di Mojokerto Gauli Istri Lalu Habisi Mertua

Detik-detik Badut di Mojokerto Gauli Istri Lalu Habisi Mertua

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 13:40 WIB
Satuan, badut penjual balon di Mojokerto yang membunuh ibu mertua-lukai istri.
Satuan, tersangka pembunuha mertuanya di Mojokerto (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Fakta baru terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Satuan (43) terhadap ibu mertuanya. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai badut di Mojokerto ini tega menghabisi nyawa ibu mertuanya padahal sebelumnya sempat menggauli istrinya, Sri Wahyuni.

Sebelum aksi keji itu terjadi, Satuan ternyata sempat dua kali berhubungan badan dengan sang istri di rumah kontrakan mereka. Fakta baru ini diungkap oleh Kholil Askohar, pengacara tersangka.

Rekonstruksi tersebut digelar di lokasi kejadian, yakni rumah kontrakan mereka di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bermula dari Pertemuan di Pagi Buta

Adegan pertama dimulai saat Satuan datang ke rumah kontrakan sekitar pukul 05.00 WIB. Ia datang atas permintaan istrinya, Sri Wahyuni alias Yuni (35), untuk menjemput anak mereka yang berusia 3,5 tahun. Sekitar 30 menit kemudian, Yuni tiba di kontrakan bersama anak kedua mereka.

ADVERTISEMENT

Saat anak mereka berada di dalam rumah, kemesraan antara Satuan dan Yuni mulai terjalin di area terbuka dekat kamar mandi belakang rumah.

"Biasanya kalau kangen, suaminya memberi uang dan meminta hubungan suami istri. Awalnya di belakang rumah mereka bercumbu," terang pengacara Satuan, Kholil Askohar, di lokasi rekonstruksi.

Gangguan Saat Berhubungan Badan

Hubungan intim pasutri ini sempat beberapa kali tersendat karena kehadiran anak mereka. Namun, situasi berubah sepi setelah anak sulung mereka berangkat sekolah dan anak kedua mereka dititipkan di rumah sang nenek, Siti Arofah (53), yang terletak hanya 15 meter di sebelah utara kontrakan.

Satuan dan Yuni kemudian melanjutkan hubungan suami istri mereka untuk yang pertama kalinya di dalam kamar tidur.

Tak lama berselang, saat kondisi rumah benar-benar sepi, keduanya kembali melakukan hubungan intim untuk kedua kalinya, kali ini di area dapur. Namun, momen tersebut mendadak berubah menjadi petaka.

Cekcok Berujung Penganiayaan Brutal

Di tengah-tengah hubungan intim yang kedua, keduanya terlibat cekcok hebat setelah Satuan mulai mengungkit masalah rumah tangga mereka. Amarah yang tersulut membuat Satuan gelap mata dan langsung melakukan kekerasan fisik yang brutal terhadap Yuni.

"Kekerasan terjadi saat mereka sedang berhubungan suami istri. Satuan membenturkan wajah istrinya ke dinding dan lantai hingga babak belur. Korban juga dicekik dari belakang menggunakan kain lap," jelas Kholil.

Mertua Datang Menolong, Berakhir Tragis

Mendengar adanya keributan, ibu kandung Yuni, Siti Arofah (53), bergegas datang dan mendobrak pintu belakang rumah kontrakan tersebut untuk menyelamatkan putrinya.

Melihat kedatangan ibu mertuanya, Satuan yang sudah kesetanan langsung berbalik menyerang. Menggunakan pisau dapur, Satuan menusuk perut mertuanya sebanyak tiga kali. Tidak berhenti di situ, tersangka juga menggorok leher korban sebanyak dua kali. Siti Arofah pun tewas bersimbah darah di depan pintu kamar nomor 1.

Polisi Lakukan Pendalaman

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kronologi hubungan pasutri tersebut sebelum pembunuhan terjadi, termasuk motif asli tersangka.

"Nanti kami dalami lagi. Kegiatan hari ini fokus pada rekonstruksi dulu, kemudian kami akan berkoordinasi dengan teman-teman kejaksaan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya," pungkas AKP Aldhino.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads