Aksi pencurian kembali terjadi di Surabaya dan viral di media sosial. Kali ini, pencurian terjadi di sebuah minimarket kawasan Jalan Ketintang, Kecamatan Wonokromo.
Dalam video CCTV yang beredar, seorang pria misterius terekam mencuri sejumlah barang dagangan pada Sabtu (23/5/2026). Pelaku tampak mengenakan kaus lengan panjang, celana panjang hitam, sepatu, serta topi.
Awalnya, pria tersebut berkeliling layaknya konsumen yang hendak berbelanja. Ia terlihat memilih sejumlah barang di rak pajangan minimarket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun saat situasi lorong toko sepi, pelaku mulai menjalankan aksinya. Dalam rekaman CCTV, barang yang telah diambil tidak dibawa ke kasir untuk dibayar, melainkan disembunyikan ke dalam celananya.
Kepala minimarket, Febri Tri Utomo, mengatakan pelaku masuk ke toko seperti pembeli biasa. Namun, ia menduga aksi pencurian itu memang sudah direncanakan.
"Memang sudah diniatkan untuk menyembunyikan barang-barang yang kecil yang akan mau diambil ya itu. Dia ambil ransel bag, terus dia menuju ke sudut pojok toko yang belakang," kata Febri saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Selasa (26/5/2026).
Menurut Febri, pelaku menyasar barang-barang kecil yang mudah dibawa, seperti pengharum ruangan dan jam tangan.
"Jadi, dia sembunyikan dulu di ransel bag-nya, terus pelaku melihat lihat kondisi situasi dalam toko di belakang. Melihat dulu kondisi. Terus ketika sepi barang yang di dalam tas ransel bag itu diambil dimasukkan ke dalam celananya," ujarnya.
Ia mengaku para karyawan toko awalnya tidak menaruh curiga terhadap gerak-gerik pria tersebut. Aksi pencurian baru diketahui setelah dilakukan pengecekan stok barang.
"Karyawan toko enggak ada yang curiga. Karena sejauh ini belum ada kayak tindakan pencegahan kayak gitu jadi belum ada enggak ada kecurangan juga. Setelah kejadian waktu hari Minggu itu, ketika saya sendiri selaku penanggung jawab toko atau mau menata barang display-an, khususnya barangnya dicuri waktu saya tata, saya cek kok stok barangnya enggak ada gitu," terangnya.
"Terus saya cek stok gudang dan sistem, ternyata selisih gitu. Akhirnya saya yakin pasti ada pencurian kayak gitu. Ada kehilangan yang enggak sewajarnya kayak gitu," imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 14 pieces jam tangan dan 12 pengharum ruangan dilaporkan hilang. Kerugian ditaksir mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu.
"Total kerugian sekitar Rp600.000 atau sampai Rp700.000, sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya," tuturnya.
(auh/abq)