ER, ibu kandung remaja berinisial C (18), resmi melaporkan pelaku pemerkosaan putrinya ke Polresta Malang Kota. Eva yang rela datang dari Karawang ke Malang juga membeberkan modus pelaku pemerkosa putrinya berinisial F.
E menyebut, selama ini putrinya tinggal bersama ibu tirinya di kawasan Lowokwaru, Kota Malang. Saat ini, putrinya telah lulus SMA dan akan melanjutkan jenjang perguruan tinggi dengan ikut tinggal bersama dirinya di Karawang, Jawa Barat.
Pelaku dan anaknya, lanjut E sebenarnya sudah saling kenal dan berteman kurang lebih setahun. Pelaku juga diketahui merupakan teman pacar anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerkosaan yang menimpa putrinya terjadi pada Jumat (23/5/2026) malam. Saat itu, putrinya tengah berada di rumah bersama pacar dan pelaku untuk pengambilan foto penjualan baju online.
"Pelaku diajak (pemotretan), karena dibutuhkan HP-nya untuk motret. Karena Hp-nya Iphone. Pemotretan selesai pukul 1 malam," terangnya.
Setelah selesai pemotretan, pelaku dan pacar anaknya kemudian pamit pulang dari. Dari sini, pelaku mengaku ke pacar putrinya bahwa celananya ketinggalan di rumah putrinya.
"Ditawari sama M (pacar korban), apa diambil. Tapi pelaku bilang gak usah. Mereka kemudian pulang dan muter-muter (pakai motor)," bebernya.
Namun beberapa waktu kemudian, pelaku menghubungi putrinya lewat direct message (DM) di aplikasi Instagram. Disana pelaku menanyakan apakah putrinya masih berkomunikasi dengan sang pacar.
"Terus pelaku bilang celananya tertinggal. Dibalas putri saya, kalau mau ambil rumah tidak terkunci, pamit ibunda dulu nanti. Jadi pelaku tidak nyelonong masuk," tuturnya.
Singkat cerita sekitar pukul 3.00 WIB, pelaku ternyata sudah masuk ke rumah dan berada dalam kamar putrinya. Mengetahui hal itu, putrinya syok karena pelaku sudah berada di belakangnya dalam posisi tidur.
"Anak saya tahu pelaku meraba-raba sampai memperkosa syok, nangis, ketakutan. Setelah itu pelaku kabur," tandas.
"Dua hari setelah kejadian, putri saya ini baru cerita sambil nangis. Terus minta dibelikan tiket untuk pulang ke Karawang," tandasnya.
Seperti diberitakan, kasus dugaan pemerkosaan viral di Kota Malang. Kasus ini terungkap setelah video pihak korban mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban tersebar di media sosial (medsos).
Dalam potongan video yang beredar, terlihat korban bersama teman-temannya mendatangi rumah pelaku yang berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang, pada Minggu (24/5/2026) siang.
Kedatangan korban itu untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, dalam pertemuan itu, sempat terjadi perdebatan antara keluarga pelaku dengan pihak korban.
(auh/abq)
