DM (20), wanita yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal di jalan persawahan tepi sungai Dusun Sekarputih, Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupatwn Nganjuk pada Kamis (11/6/2026) malam, ternyata pengantin baru.
Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prasetiono mengatakan, korban merupakan warga Dusun Grogolan, Desa Sonobekel. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, korban baru saja menikah.
"Korban sudah berkeluarga. Baru menikah, masih muda," ujar Sentot saat ditemui detikJatim di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentot menambahkan dari informasiyang diterima, seluruh barang milik korban masih ada. Motor korban juga tidak dibawa kabur pelaku. Kunci motor belakangnan juga ditemukan di sekitar lokasi.
"Sementara pengakuan korban tidak ada barang yang hilang. Motor korban juga masih ada di lokasi," ujar Sentot.
Peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di jalan yang berada di kawasan persawahan dan tepi sungai. Lokasi tersebut merupakan akses alternatif antar desa yang biasa dilalui pengendara motor.
Menurut Sentot, sejumlah warga sempat melihat dua motor melintas menuju TKP. Beberapa saat kemudian terdengar teriakan perempuan meminta tolong. Saat warga datang, korban sudah dalam kondisi terluka dan berlumuran darah.
"Ada warga yang melihat dua motor mengarah ke lokasi. Selang beberapa menit terdengar teriakan. Ketika didatangi warga, korban sudah berdarah," katanya.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, motor milik korban ditemukan masih berada di lokasi kejadian.
Hingga kini identitas pelaku maupun motif pembacokan masih menjadi misteri. Pihak desa belum dapat memastikan apakah korban mengenal pelaku atau tidak. Sementara polisi juga masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.
"Kami tidak ingin berspekulasi soal pelaku maupun motifnya. Semuanya masih dalam proses penyidikan kepolisian," pungkas Sentot.
Terpisah, Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaidi juga menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan, dibackup Satreskrim Polres Nganjuk.
"Masih penyelidikan," ucapnya.
(auh/abq)