Seorang mahasiswa diduga menganiaya pelajar SMP di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik. Peristiwa penganiayaan itu viral di media sosial Instagram. Pemicunya diduga berawal saat mahasiswa merasa terganggu saat mengerjakan skripsi.
Kabar itu ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Instagram @moodindonesia.co. Dalam unggahan itu disebutkan insiden bermula saat sejumlah pelajar SMP mengerjakan tugas kelompok sekaligus berlatih menari di depan salah satu rumah di Desa Domas RT 4.
"Menurut keterangan yang beredar, insiden bermula saat sejumlah pelajar SMP sedang mengerjakan tugas kelompok dan berlatih menari di depan salah satu rumah di Desa Domas, Menganti, Gresik. Pria tersebut diduga datang dan menegur dengan cara yang dianggap kasar karena merasa terganggu saat mengerjakan skripsi," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJatim, Kamis (11/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah kegiatan dihentikan, salah satu pelajar disebut masih berada di lokasi sambil menunggu. Namun, pelajar tersebut diduga kembali didatangi oleh mahasiswa tersebut yang lantas melakukan tindakan kekerasan fisik.
"Warga yang menyampaikan aduan menyebut, setelah kegiatan dihentikan, salah satu pelajar yang sedang menunggu di lokasi diduga kembali didatangi dan mengalami tindakan fisik berupa tendangan," lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.
Pihak keluarga korban mengaku hingga kini belum menerima permintaan maaf dari pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kasus ini pun menuai beragam reaksi dari warganet. Mereka umumnya mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.
"Bentar lagi di DO dr kampusnya" tulis akun @danis_barker.
"Ealah mas" wani e kok mosoh arek SMP, cobak lek sak pantaran lak gak wani" kata akun @agungsstywnn_.
"Proses hukum biar gak sok jago." ujar akun @bontang_oke
Terpantau akun resmi Polres Gresik turut berkomentar di unggahan tersebut.
"Terima kasih banyak atas informasi yang diberikan, Sobat Polri. Kami akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Jika Anda membutuhkan bantuan atau informasi darurat lainnya, silakan hubungi layanan Call Center 110," tulis akun @polresgresik_official.
Dikonfirmasi, Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan pihaknya telah melalukan penyelidikan. Anggota juga telah melakukan pemeriksaan ke lokasi kejadian.
"Monitor, anggota sudah ke lokasi untuk melakukan penyelidikan," kata Arif singkat, Kamis (11/6/2026).
(abq/dpe)