Video dugaan penganiayaan terhadap 2 pelajar SMP di Desa Domas, Kecamatan Menganti, Gresik viral di media sosial Instagram. Polisi yang menerima informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan memediasi kedua belah pihak.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di rumah warga Desa Domas RT 04 RW 02, Kecamatan Menganti. Dua korban diketahui bernama Mahesa Aprilia Dwi Wityanto (15) dan Nugraha Charliyanto (15), pelajar SMPN 18 Gresik.
"Saat para korban sedang mengerjakan tugas kelompok dan latihan pentas seni. Saat itu para pelajar bercanda dan tertawa cukup keras di teras rumah," Kata Arif Rahman, Jumat (12/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif menambahkan, karena dianggap mengganggu waktu istirahat warga, pelaku bernama Bagus Dwi Santoso (22) sempat menegur para pelajar. Pelaku juga menyebut ada orang sakit di sekitar lokasi sehingga meminta mereka tidak terlalu ramai.
"Namun situasi kembali ramai ketika beberapa teman korban datang dan tertawa saat hendak pulang. Pelaku yang emosi kemudian mendatangi rumah korban sambil marah-marah dan memukul kepala belakang salah satu korban dan menendang punggung korban lainnya," tambah Arif.
Setelah itu, lanjut Arif, pelaku juga disebut menendang stop kontak rumah sebelum pergi meninggalkan lokasi. Mendapat informasi viral di media sosial, Unit Reskrim Polsek Menganti segera mendatangi tempat kejadian perkara.
"Setelah beredar videonya viral, kita kemudian meminta keterangan korban, pelaku, saksi, serta perangkat Desa Domas," tambahnya.
Setelah dipanggil ke Polsek Menganti, kasus ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Korban dan pelaku sepakat berdamai karena masih bertetangga dan saling mengenal.
"Pelaku membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan memberikan biaya pengobatan kepada korban. Pelaku juga membuat video permohonan maaf yang disaksikan kedua orang tua korban," pungkas Arif.
(ihc/dpe)