Maling di Mojokerto Kirim Surat ke Korban Ternyata Ditemani Pacarnya

Maling di Mojokerto Kirim Surat ke Korban Ternyata Ditemani Pacarnya

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 12 Jun 2026 21:00 WIB
Alfin saat membaca surat yang dikirim pencuri di tokonya
Alfin saat membaca surat yang dikirim pencuri di tokonya (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

EPB (35) mengirim surat permintaan maaf setelah mencuri uang di toko kelontong milik Alfin Setyo Tunggal (37), warga Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Pungging, Mojokerto. Duda dua anak ini ternyata mengirim surat tersebut ditemani pacarnya, YN (34).

YN mengaku baru sekitar satu bulan menjalin asmara dengan EPB. Mereka berencana melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Hanya saja menunggu proses cerai YN. Sedangkan EPB berstatus duda dua anak.

Pencurian yang dilakukan EPB baru diketahui YN pada Minggu (7/6) malam. Selanjutnya pada Senin (8/6) subuh, ia diajak EPB untuk mengirim surat permintaan maaf ke rumah Alfin. Surat tersebut sudah disiapkan oleh EPB dan dibungkus amplop putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yang menyelipkan di bawah pintu toko (Toko kelontong milik Alfin). Saya tidak sempat baca karena tidak boleh dibuka (oleh EPB)," terang perempuan asal Kecamatan Bangsal, Mojokerto ini kepada detikJatim, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut YN, setelah mencuri di toko Alfin, EPB merasa ketakutan. Sehingga ia berinisiatif menjadi penengah antara Alfin dengan EPB. Caranya, ia mengaku berkunjung ke rumah Alfin sekitar Senin (8/6) malam. YN menyerahkan sedikit uang dan permintaan maaf mewakili pacarnya.

"Saya menemui Pak Alfin sendirian, saya ngobrol dengan beliau. Saya minta maaf atas kejadian kemarin, saya serahkan sedikit uang titipan dari mas (EPB) untuk mencicil uang yang dicuri. Mas tidak berani," ungkapnya.

Pertemuannya dengan Alfin membuat YN mengerti kalau aksi EPB mengirim surat setelah mencuri uang, sebagai perbuatan yang tidak sopan. Sehingga ia mendesak warga Desa Keret, Krembung, Sidoarjo itu segera menemui Alfin untuk meminta maaf.

"Kemarin (11/6) akhirnya mas (EPB) ke rumah Pak Alfin mengajak anaknya. Harapannya Pak Alfin bersedia berdamai dan mencabut laporannya," tandasnya.

Namun, YN tidak tahu persis apakah EPB sudah mengembalikan uang Alfin sepenuhnya atau masih mengangsur. Di sisi lain, Alfin belum bisa dikonfirmasi karena sedang bekerja. Bapak dua anak ini merupakan buruh pabrik pakan ternak di Pungging, Mojokerto.

"Belum selesai (kerja), ini masih di pabrik," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, EPB tertangkap tangan oleh Alfin karena mencuri 6 bungkus rokok pada Minggu (7/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Karena ketakutan, EPB sampai merengek meminta maaf. Siang itu, pelaku mengaku hanya mencuri rokok.

Karena iba, Alfin pun melepaskan EPB tanpa syarat. Terlebih lagi pencurian rokok di tokonya berhasil digagalkan. Namun, beberapa saat setelah pelaku pergi, istri Alfin baru mengecek laci toko. Ternyata uang hasil jualannya juga hilang.

Merasa diprank, siang itu juga Alfin langsung mengejar dan mencari EPB sampai Krembung, Sidoarjo. Karena tak membuahkan hasil, ia memutuskan bekerja sekitar pukul 15.00 WIB. Buruh pabrik pakan ternak ini lantas melapor ke Polsek Pungging sekitar pukul 18.00 WIB.

Keesokan harinya, Senin (8/6) setelah subuh, istri Alfin menemukan surat dari EPB yang diselipkan di bawah pintu toko. Surat tulisan tangan ini berisi permintaan maaf dari EPB, alasannya mencuri, serta janjinya akan mengembalikan uang Alfin Rp 400.000.

Dalam surat tersebut, EPB mengaku mencuri uang Rp 352.000 dari laci toko Alfin. Sedangkan Alfin tak ambil pusing soal nominal uang yang dicuri pelaku. Sebab uang hasil jualan itu belum sempat dihitung istrinya.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads