Perbakin Surabaya Tegaskan Pelaku Pelecehan Atlet Bukan Pelatih

Perbakin Surabaya Tegaskan Pelaku Pelecehan Atlet Bukan Pelatih

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 12:30 WIB
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Perbakin Surabaya menegaskan bahwa JL, terduga pelaku pelecehan seksual terhadap atlet menembak perempuan di bawah umur, bukan merupakan pelatih resmi di bawah naungan organisasi tersebut.

Selain menonaktifkan JL dari kepengurusan, Perbakin Surabaya juga membekukan seluruh aktivitas les privat milik JL yang selama ini beroperasi di area Perbakin Jatim.

Langkah itu diambil sebagai bentuk respons atas kasus yang tengah ditangani kepolisian. Perbakin Surabaya juga menyatakan berpihak kepada korban serta mendukung upaya pendampingan psikologis agar atlet yang diduga menjadi korban dapat pulih dari trauma yang dialaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"JL tidak punya sertifikasi resmi pelatih dari KONI ataupun Perbakin. JL hanya seorang pelatih privat atau les-lesan yang kebetulan menyewa tempat di Perbakin Jatim," kata Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

ADVERTISEMENT

Hadi mengatakan les privat JL bernama LASAPA telah dibekukan oleh Perbakin Surabaya. Semua kegiatan LASAPA untuk sementara dilarang.

"Kami membekukan semua kegiatan di LASAPA untuk sementara waktu. Kami imbau adik dan orang tuanya agar selama pelatihan atau lomba didampingi dan diawasi agar tidak terulang lagi," jelasnya.

Kami beri imbauan ke adik-adik atlet beserta dengan orang tuanya, jadi les-lesannya namanya LASAPA dan tidak di bawah naungan Perbakin Surabaya," tambahnya.

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, Perbakin Surabaya juga telah menawarkan bantuan pendampingan psikologi ke korban.

"Kemarin Perbakin Surabaya sempat ditawari oleh KONI Surabaya yang ingin memberi bantuan pendampingan psikologi ke anak korban," tandasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya berinisial JL sempat bikin heboh. Korbannya adalah DS (15), atlet perempuan di bawah umur yang selama ini dibina dalam cabang olahraga menembak.

Keluarga korban mengungkap sejumlah fakta yang diduga terjadi selama proses latihan hingga pendampingan atlet. Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma mendalam dan kini enggan kembali menekuni olahraga yang selama dua tahun terakhir digelutinya.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan dan menggali keterangan korban terkait kronologi peristiwa yang dialaminya.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan, DP3APPKB menyebut tentang pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dan komunikasi dengan anak.

"Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya," kata Ida saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Menurut Ida, korban kemudian menemukan sosok lain yang memberikan perhatian kepadanya, yakni JL. Kedekatan itu lalu terjalin hingga korban merasa percaya kepada terduga pelaku.

"Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu," jelasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads