Duda Jombang Nyalakan Sound Keras Tengah Malam Ngamuk Saat Ditegur Ibu

Duda Jombang Nyalakan Sound Keras Tengah Malam Ngamuk Saat Ditegur Ibu

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 17 Jun 2026 16:15 WIB
Duda di Jombang diamankan gegara menyalakan sound keras
Duda di Jombang diamankan gegara menyalakan sound keras/Foto: Istimewa
Jombang -

Tidak hanya mengganggu warga sekitar, ulah Riduwan (37) menyalakan sound keras-keras pada tengah malam juga membuat ibunya ketakutan hingga mengungsi. Sebab, ia sempat ngamuk saat ditegur.

Tak hanya pada ibunya, Riduwan juga ngamuk saat ditegur perangkat desa dan warga. Mereka pun dibuat tak berkutik karena pelaku mengancam mereka dengan parang.

Riduwan merupakan warga Dusun Krajan, Desa Curahmalang, Sumobito, Jombang. Sehari-hari, ia tinggal hanya berdua dengan ibunya, Marsinah (73). Sebab Riduwan sekitar 3 tahun lalu cerai dengan istrinya tanpa mempunyai anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dusun Krajan, Dedik Setiawan menjelaskan, awalnya ia menerima laporan warga terkait ulah Riduwan pada Minggu (14/6) menjelang tengah malam. Ia lantas mengajak ketua RT setempat dan perwakilan warga untuk mengingatkan pelaku.

ADVERTISEMENT

Namun, kedatangannya tidak disambut baik oleh Riduwan. Di tengah alunan musik volume tinggi dari rumahnya, Riduwan justru mengancam perangkat desa dengan sebilah parang. Sehingga saat itu, Dedik memilih mundur.

"Kami tindaklanjuti bersama RT dan perwakilan warga, kami ingatkan, tapi beliau bawa sajam. Sehingga tidak kami lanjutkan, kami lapor polisi lewat 110," jelasnya, Rabu (17/6/2026).

Polsek Sumobito merespons cepat laporan tersebut. Mereka tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan via call center 110. Benar saja, tengah malam itu, suara musik dari dalam rumah Riduwan masih sangat keras.

Kapolsek Sumobito AKP Bagus Tejo Purnomo menuturkan, tidak hanya mengganggu istirahat warga, ulah Riduwan juga meresahkan ibunya sendiri. Namun, pelaku juga mengamuk ketika ditegur ibunya. Sehingga Marsinah memilih mengungsi ke rumah tetangganya.

"Ibunya sudah mengingatkan agar (sound) dimatikan, tapi ibunya ketakutan. Sehingga mengungsi ke rumah tetangganya. Kemudian lapor ke kepala dusun," tandasnya.

Ketika didatangi polisi, Riduwan juga masih mengumpat dari dalam rumah. Tak lama kemudian, ia membuka pintu depan rumahnya.

Begitu tahu yang datang polisi, ia hanya diam. Sedangkan parangnya ia letakkan di kursi ruang tamu. Riduwan tidak melawan ketika diamankan polisi ke Polsek Sumobito.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads