Ceceran darah yang terlihat dari dalam sebuah rumah di kawasan Putat Jaya, Surabaya, menjadi petunjuk awal terungkapnya kematian seorang perempuan berinisial SN (51). Perempuan tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, polisi menduga kuat korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.
Pantauan detikJatim di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB, petugas Polsek Sawahan bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi juga dipasang di sekitar rumah korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Sawahan Kompol Muljono membenarkan adanya penemuan jenazah perempuan tersebut. Informasi awal diterima petugas dari laporan warga yang masuk melalui layanan darurat 110 Polrestabes Surabaya.
"Betul, Polsek menerima pengaduan dari 110 Polrestabes Surabaya terkait temuan mayat. Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi," kata Muljono saat ditemui di Polsek Sawahan, Jumat (26/6/2026).
Setibanya di lokasi, polisi mendapat informasi dari saksi yang melihat adanya darah di dalam rumah korban. Temuan itu membuat petugas tidak langsung melakukan pembukaan paksa terhadap pintu rumah.
"Saat di lokasi, ada saksi yang melihat di dalam rumah terdapat darah. Karena itu kami tidak langsung membongkar pintu masuk dan memanggil Inafis serta rekan-rekan dari Polrestabes Surabaya," ujarnya.
Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP di lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersebut, polisi menduga korban menjadi korban tindak pidana pembunuhan.
"Setelah dilakukan olah TKP oleh Inafis, memang benar diduga terjadi tindak pidana pembunuhan. Korban seorang perempuan berinisial S berusia 51 tahun," ungkap Muljono.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kematian korban. Sejumlah keterangan saksi dan barang bukti di lokasi juga masih didalami.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim guna menjalani autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat membantu penyidik mengetahui penyebab kematian dan luka yang dialami korban.
"Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui luka-luka yang ada di tubuh korban," pungkas Muljono.
(dnp/hil)
