Penyelidikan kasus wanita ditemukan tewas dalam mobil pelat merah di area parkir Bandara Juanda masih berlanjut. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menyebutkan korban selama bertugas sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan tidak pernah didampingi sopir pribadi.
"Selama menjalankan tugas kedinasan, korban selalu mengemudikan sendiri mobil dinas yang digunakannya," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Jumat (26/6/2016).
Hal yang sama sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid. Dia mengungkapkan bahwa korban selama ini dikenal tidak pernah memakai jasa sopir dan lebih sering menyetir sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roniyun menyoroti mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP tempat jasad korban ditemukan itu justru kendaraan yang sangat jarang dibawa korban ke tempat kerja.
"Setahu saya semenjak saya menjabat (Kadis), dia lebih sering terlihat menggunakan mobil pribadinya (Brio hitam) karna lebih kecil. Enak bawanya," kata Roniyun kepada detikJatim, Rabu (24/6).
Soal kronologi tewasnya sang Sekdin, Risang selaku kuasa hukum keluarganya menjelaskan terakhir kali korban berpamitan kepada keluarga pada Kamis (18/6) pagi. Saat itu korban mengaku akan mengikuti agenda rapat kerja dan menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya baru akan pulang pada Sabtu (20/6).
Menurut informasi yang diterima pihak keluarga, korban diduga berada di wilayah Batu atau Pujon pada Jumat (19/6). Hingga Sabtu (20/6) pagi korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya.
"Namun pada Sabtu sore, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya.
Risang juga menegaskan, berdasarkan keterangan keluarga, tidak ada persoalan dalam rumah tangga korban. Hubungan korban dengan suami maupun keluarga disebut berjalan dengan baik.
"Selama ini tidak ada konflik dengan pihak keluarga. Persoalan rumah tangganya baik-baik saja," jelasnya.
Selain itu, korban dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dengan rekan-rekan kerjanya. Sehingga keluarga tidak mengetahui adanya permasalahan yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal di area parkir Bandara Juanda.
(irb/dpe)
