Menanti Tersangka Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Surabaya

Menanti Tersangka Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 11:00 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan.Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Misteri kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan bersimbah darah di rumah kontrakannya di kawasan Putat Jaya, Surabaya, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. Polisi menduga korban menjadi korban pembunuhan setelah ditemukan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Sejumlah fakta mulai terungkap, mulai dari penemuan jenazah oleh warga, kondisi korban yang ditemukan setengah telanjang, hingga pemeriksaan enam orang saksi. Polisi juga terus mendalami satu orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai alat bukti yang ditemukan di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kemarin sudah kita lakukan olah TKP, kemudian kita mengumpulkan alat-alat bukti yang ada, sidik jari, maupun beberapa keterangan dari tetangga. Kita terus kumpulkan dan analisa, untuk saat ini masih terus kita dalami," ujar Luthfie di Polrestabes Surabaya, Minggu (28/6/2026).

ADVERTISEMENT

Berawal dari Laporan Warga

Kasus tersebut terungkap pada Kamis (25/6/2026) malam setelah warga curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Kecurigaan itu mendorong warga dan kerabat pemilik kontrakan mendatangi rumah korban.

Kapolsek Sawahan Kompol Muljono mengatakan laporan pertama diterima melalui layanan darurat 110 Polrestabes Surabaya.

"Betul, Polsek menerima pengaduan dari 110 Polrestabes Surabaya terkait temuan mayat. Setelah menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi," kata Muljono saat ditemui di Polsek Sawahan, Jumat (26/6/2026).

Saat petugas tiba di lokasi, warga telah melihat adanya bercak darah dari dalam rumah sehingga polisi memilih menunggu Tim Inafis Polrestabes Surabaya sebelum memasuki lokasi.

"Saat di lokasi, ada saksi yang melihat di dalam rumah terdapat darah. Karena itu kami tidak langsung membongkar pintu masuk dan memanggil Inafis serta rekan-rekan dari Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Muljono mengatakan jenazah korban pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30 WIB.

"Saksi melihat melalui jendela bahwa ada darah di kamar korban. Saksi ketakutan lari lalu melapor ke RT dan RW. Kemudian warga juga melapor ke 110," jelasnya.

Polisi Duga Korban Dibunuh

Hasil olah TKP yang dilakukan Tim Inafis menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana pembunuhan. Polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh Inafis, memang benar diduga terjadi tindak pidana pembunuhan. Korban seorang perempuan berinisial S berusia 51 tahun," ungkap Muljono.

Korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani autopsi.

"Korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui luka-luka yang ada di tubuh korban," pungkas Muljono.

Korban Alami 7 Luka Tusuk

Perkembangan penyelidikan selanjutnya mengungkap bahwa korban mengalami tujuh luka tusuk yang ditemukan di sejumlah bagian tubuh.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyebut luka-luka tersebut ditemukan di bagian dada, perut, dan tangan korban.

"Benar, korban mengalami tujuh luka tusuk. Di bagian dada, perut dan tangan," kata Edy Herwiyanto kepada detikJatim, Jumat (26/6/2026).

Sebelumnya, polisi juga telah menemukan adanya luka tusuk berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

"Kalau sepintas dari rekan Inafis betul ada (luka tusukan). Tapi secara detail nanti otopsi yang bisa menjelaskan," kata Muljono.

Korban Ditemukan Setengah Telanjang

Selain luka tusuk, kondisi korban saat ditemukan juga menjadi perhatian penyidik. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian secara utuh.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya membenarkan informasi tersebut.

"Benar (dalam kondisi setengah telanjang)," kata Edy Herwinyato kepada detikJatim, Jumat (26/6/2026).

Penyidik juga memperkirakan korban meninggal dunia kurang dari satu hari sebelum ditemukan.

"Dugaan meninggalnya korban kurang satu kali 24 jam," ungkap Edy.

Enam Saksi Sudah Diperiksa

Kapolrestabes Surabaya menyebut jumlah saksi yang telah diperiksa terus bertambah. Saat ini terdapat enam orang yang telah dimintai keterangan.

Selain tetangga dan pemilik kontrakan, polisi juga mendalami satu orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

"Ada enam orang kemarin yang diperiksa sebagai saksi, kemudian juga ada satu yang terus kita dalami. Termasuk juga pemilik rumah kita periksa," bebernya.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa empat orang saksi.

"Saat ini yang sudah kami periksa ada empat orang saksi. Diantaranya tetangganya dan pemilik kontrakan," ungkap Edy.

"Mohon doanya agar kasus ini segera kami ungkap," pungkas Edy.

Polisi Terkendala Minim CCTV

Dalam proses penyelidikan, polisi mengaku tidak menemukan kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Namun hal tersebut dipastikan tidak menghambat pengungkapan kasus.

Luthfie mengatakan penyidik akan mengandalkan metode scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku.

"Yang kita sayangkan memang di situ tidak ada CCTV yang kita dapatkan. Tapi itu tidak menutup peluang kita untuk mengungkap itu karena masih dengan scientific crime investigation kita terus akan lakukan upaya-upaya untuk mengungkap," pungkasnya.

Warga sekitar mengaku sempat merasa ada yang tidak biasa karena korban yang telah lama tinggal di lokasi tidak terlihat beraktivitas.

Seorang tetangga bernama Tarmi mengatakan situasi di sekitar rumah korban mulai ramai menjelang waktu salat Isya.

"Sebelum Isya, pas saya pukul ngaji sudah banyak orang disini," ungkap Tami.

Menurutnya, korban telah tinggal cukup lama di rumah kontrakan tersebut.

"Korban ngontrak. Disini kamarnya banyak. Tapi yang terisi hanya kamar mbaknya, puluhan tahun," ungkap Tarmi.

Kecurigaan warga semakin besar ketika korban tidak dapat dihubungi.

"Saya curiga kok mbak ini ga pulang-pulang.Kemana orang ini. Saya sempat WA, kok dereng mantuk. Lha kok centang satu," ungkap Tarmi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pembunuh Karyawati Koperasi di Pasangkayu Divonis Penjara Seumur Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads