Kuasa Hukum Beber Dugaan Penyebab Tewasnya Sekdin PRKP Bangkalan

Kuasa Hukum Beber Dugaan Penyebab Tewasnya Sekdin PRKP Bangkalan

Suparno - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 12:15 WIB
Perbandingan kaus dan kacamata pria terduga pelaku saat bersama korban Ruly dan rekaman CCTV Bandara Juanda
Perbandingan kaus dan kacamata pria terduga pelaku saat bersama korban Ruly dan rekaman CCTV Bandara Juanda/Foto: Dok. Istimewa
Sidoarjo -

Teka-teki kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan perlahan terkuak. Keluarga korban meyakini kematian perempuan yang ditemukan di dalam mobil di area parkir Bandara Juanda, bukan disebabkan faktor alamiah maupun kecelakaan.

Keluarga yakin korban dibunuh pria yang terakhir bersamanya. Keyakinan itu disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan temuan autopsi yang diterima keluarga.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, terdapat sejumlah temuan pada tubuh korban yang menurut keluarga mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil autopsi yang kami terima, terdapat luka akibat benturan benda tumpul di telinga kiri hingga menyebabkan cuping telinga robek dan mengeluarkan darah," kata kepada Risang Detik melalui telepon selulernya, Senin (29/6/2026).

ADVERTISEMENT

"Selain itu terdapat pembengkakan dan pendarahan pada bibir atas maupun bawah, serta ditemukan lidah berwarna kehitaman yang mengarah pada kondisi asfiksia atau kekurangan oksigen," imbuh Risang

Menurut Risang, keluarga telah menganalisis kemungkinan penyebab asfiksia tersebut. Ia menyebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di bagian leher yang lazim ditemukan pada kasus pencekikan.

"Kalau dicekik biasanya ada bekas di leher atau tenggorokan. Dalam kasus ini tidak ditemukan tanda seperti itu. Justru kelainan fisik berada di sekitar bibir dan mulut, sehingga keluarga menduga korban meninggal karena saluran napasnya ditutup atau dibekap hingga tidak bisa bernapas," ujarnya.

Meski demikian, Risang menegaskan dugaan tersebut masih menunggu pembuktian ilmiah lebih lanjut. Salah satu kemungkinan lain yang masih didalami adalah adanya zat beracun yang dapat menyebabkan korban mengalami asfiksia.

"Kami juga menunggu hasil uji toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Pemeriksaan itu penting untuk memastikan apakah ada kandungan racun, termasuk kemungkinan zat seperti sianida atau bahan beracun lainnya," jelasnya.

Risang menambahkan, keluarga berharap penyidik dapat mengungkap penyebab pasti kematian Ibu Rini melalui rangkaian pemeriksaan ilmiah, analisis CCTV, serta alat bukti lain yang telah dikumpulkan.

"Keluarga berharap kasus ini dapat diusut secara transparan hingga pelaku, apabila memang terbukti ada tindak pidana, dapat segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads