Teka-teki kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), di area parkir Bandara Juanda sedikit demi sedikit terurai. Kasus yang mulanya dikira kematian wajar berubah menjadi dugaan pembunuhan setelah rentetan garis waktu perjalanan korban dan rekaman CCTV terungkap.
Bagaimana sebenarnya kronologi lengkap sejak korban pamit kerja hingga jasadnya ditemukan membusuk di dalam mobil dinasnya? Berikut adalah rangkuman runut peristiwa yang dihimpun detikJatim, Rabu (30/6/2026).
Garis Waktu Misteri Kematian Sekdin PRKP Bangkalan di Parkiran Juanda
Kamis, 18 Juni 2026: Pamit Rapat dan Menuju Malang
Misteri ini dimulai saat Ruly berangkat dari rumahnya di Bangkalan mengemudikan sendiri mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah M 1090 GP. Korban berpamitan kepada keluarga untuk menghadiri agenda rapat kerja dan menyampaikan akan pulang pada Sabtu (20/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Kamis malam, korban sempat memberi kabar kepada anaknya bahwa dirinya sudah berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Pihak keluarga tidak menaruh curiga karena korban memang memiliki kerabat di wilayah tersebut.
Jumat, 19 Juni 2026: Terdeteksi di Wilayah Batu
Korban diketahui masih berada di seputaran wilayah Batu dan Pujon, Malang. Di sinilah keluarga menduga korban mulai dipancing atau diperdaya oleh seseorang dengan kedok ajakan kerja sama bisnis. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyebut kepergian ini sangat janggal karena di luar kebiasaan korban.
"Kepergian korban kali ini merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa. Korban tidak pernah pergi dan menginap jauh sendirian. Karena itu keluarga menduga korban dipancing atau diperdaya oleh seseorang hingga akhirnya bertemu dengan orang itu," kata Risang.
Sabtu, 20 Juni 2026: Video Call Terakhir dan Ponsel Mati Total
Pada Sabtu pagi, korban masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya.
"Korban masih berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan pada Sabtu itu masih sempat melakukan video call dengan adiknya dan menyampaikan masih berada di Malang," ungkap Risang.
Namun, pasca-panggilan video tersebut, petaka diduga terjadi. Ponsel korban mendadak mati total.
"Sabtu sore, korban sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya pada kesempatan lain. Diperkirakan pada Sabtu malam inilah, mobil dinas korban mulai bergerak dari Malang menuju Surabaya di bawah kendali orang lain.
Infografis kronologi lengkap misteri kematian Sekdin PRKP Bangkalan di Parkiran Bandara Juanda. (Grafis: dibuat dengan AI Gemini) |
Minggu - Selasa, 21-23 Juni 2026: Pencarian Mandiri yang Buntu
Kehilangan kontak selama lebih dari 24 jam membuat keluarga panik. Mereka melakukan pencarian mandiri dengan menghubungi kerabat serta rekan kerja di Pemkab Bangkalan.
Sayangnya, pencarian itu tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Keluarga kemudian mematangkan rencana untuk melaporkan kehilangan ini secara resmi ke kantor polisi.
Rabu, 24 Juni 2026: Jasad Ditemukan Membusuk
Sebelum laporan orang hilang diterbitkan, aroma tak sedap dari area parkir Terminal 1 Bandara Juanda memecah situasi. Petugas keamanan bandara menemukan jasad Ruly sudah membusuk di dalam mobil dinasnya yang terkunci.
Keluarga merasa sangat janggal karena korban tidak memiliki agenda ke bandara. Korban juga ditemukan di posisi yang tidak biasa untuk seorang pengendara tunggal. Dari informasi keluarga, jenazah korban ditemukan berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan kondisi jok yang direbahkan.
"Kami meyakini keberadaan mobil di bandara bukan atas kehendak korban. Dari rekaman CCTV terlihat mobil masuk ke kawasan bandara dikemudikan seorang laki-laki lain. Keluarga meyakini saat itu korban sudah meninggal dunia," jelas Risang.
Kamis, 25 Juni 2026: Rekaman CCTV dan Inisial E Terungkap
Sehari setelah penemuan jasad, penyidik bersama keluarga melihat rekaman CCTV Bandara Juanda. Di sanalah tabir misteri terkuak. Kamera pengawas merekam momen saat mobil dinas itu masuk ke bandara dikemudikan pria paruh baya misterius mengenakan kacamata dan masker yang kemudian kabur naik taksi online setelah memarkir mobil.
Penyelidikan bergerak cepat hingga akhirnya identitas terduga pelaku mengarah pada seorang pria asal Sulawesi yang berdomisili di Malang dengan inisial E.
"Untuk sementara yang bisa kami sampaikan hanya inisialnya, yaitu berawalan huruf E. Identitas lengkap belum dapat kami buka demi kepentingan penyidikan," pungkas Risang.
Kini, seluruh mata tertuju pada pengejaran pria berinisial E tersebut demi mengungkap motif asli di balik drama kematian sang Sekretaris Dinas.
(hil/dpe)

