Polda Jawa Timur mengungkap karakteristik pelaku kejahatan jalanan di sejumlah wilayah berbeda-beda. Meski aksi kriminal masih ditemukan, penggunaan senjata tajam oleh pelaku kini lebih banyak terjadi di daerah pinggiran dibandingkan kawasan perkotaan.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Jumhur mengatakan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah seperti Pasuruan dan Probolinggo masih kerap menggunakan senjata tajam, terutama celurit. Sementara di kawasan Surabaya Raya, modus pelaku cenderung berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (para pelaku beraksi menggunakan sajam) di pinggiran kota, saya lihat itu. Khususnya curas. Kalau yang di tengah kota itu ya biasanya ya modusnya pura-pura keluarganya ditabrak atau merampas dengan cara menendang. Tapi kalau yang di wilayah Pasuruan, Probolinggo yang sering kita dengar, memang masih menggunakan senjata berupa celurit," kata Jumhur, Rabu (1/7/2026)
Polisi dengan 2 melati di pundaknya itu menegaskan bondet juga kerap digunakan para pelaku curas yang nekat. Ia menyatakan para pelaku tak segan melukai korbannya apabila nekat melawan. Namun, saat ini tren tersebut diklaim kian menurun bahkan sudah tak ada.
"Begitu juga dengan bondet, sangat menurun sekali, dibandingkan tahun 2020 ke bawah gitu kan, hampir saat ini enggak ada. Enggak ada yang menggunakan. Adapun yang kedapatan yang membawa itu, dia membawa karena untuk menyelamatkan, untuk mengalihkan perhatian bila mereka dikejar oleh massa," ujarnya.
Jumhur mengungkapkan para pelaku kejahatan jalanan pada umumnya tidak punya karakteristik yang memang spesialis pada bidang tertentu. Menurut dia, pelaku nekat melukai hingga mengakhiri nyawa korban lantaran korban nekat melawan dan disebut hal itu tak ada dalam rencananya.
"Ada perlawanan dari dari dari korban sehingga korban terjatuh dan mengakibatkan kematian karena lukanya di kepala seperti itu. Jadi, spesialis yang memang pelaku semacam itu, sebetulnya korbannya itu kalau mungkin (korban) langsung menyerahkan hartanya, tidak sefatal itu ya," tutupnya.
(auh/abq)
