Kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), masih menjadi teka-teki. Sampai hari ini, polisi belum mampu menemukan pria berinisial E yang diduga bersama korban sebelum ditemukan tewas di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo.
Kuasa hukum keluarga korban Risang Bima Wijaya mengaku bahwa kebersamaan korban bersama pria berinisial E itu cukup menguat sebelum kematiannya terungkap. Bahkan keluarga sempat menerima kiriman titik lokasi keberadaan korban pada Kamis (19/6) malam.
"Korban sempat kirim shareloc kepada anaknya Kamis malam. Baru besoknya tanggal 20 Juni ditemukan meninggal," ujar Risang berbincang dengan detikJatim, Kamis (2/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risang membeberkan, dari titik lokasi yang dikirimkan saat itu korban diketahui tengah berada di kawasan toko oleh-oleh kawasan pemandian Dewi Sri Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
"Shareloc yang dikirimkan berada depan toko buah atau oleh-oleh Agro Wisata Dewi Sri Pujon," bebernya.
Kendati demikian, keluarga mengaku belum mengetahui apakah petunjuk tersebut menjadi bagian dari bahan penyelidikan pihak kepolisian. Sejauh ini, Risang mengaku pihaknya belum mendapatkan perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan polisi.
"Pasti nanti toko buah atau oleh-oleh itu dimintai keterangan. Termasuk hotel yang diduga mengeluarkan sandal yang dikenakan terduga pelaku," tegasnya.
Menurut Risang, keluarga sendiri tak mengetahui dimana keberadaan pria berinisial E yang diduga telah bersama korban, sebelum ditemukan meninggal.
"Kami tidak tahu dimana keberadaannya sekarang," katanya.
Namun Risang sudah mendapatkan informasi dimana pria tersebut sebelumnya tinggal.
"Yang bersangkutan tinggal di salah satu kecamatan wilayah Kabupaten Malang. Sekarang dimana, kami tidak mengetahuinya," ujarnya.
Pihaknya berharap, polisi dapat segera menemukan keberadaan pria misterius tersebut. Untuk segera dapa dimintai keterangan sekaligus membongkar tabir kematian korban.
"Semoga bisa segera ditangkap," tandasnya.
(auh/dpe)
