2 Maling Asal Surabaya Dimassa saat Kepergok Bobol SDN di Mojokerto

2 Maling Asal Surabaya Dimassa saat Kepergok Bobol SDN di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Senin, 06 Jul 2026 13:15 WIB
Dua pencuri yang ditangkap massa saat membobol SDN Brangkal, Sooko, Mojokerto
Dua pencuri yang ditangkap massa saat membobol SDN Brangkal, Sooko, Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Rian Anggara (44) dan Rizal Zainudin (33) babak belur dihajar warga. Sebab dua maling asal Kenjeran, Surabaya ini kepergok saat mencuri proyektor di SDN Brangkal, Sooko, Mojokerto.

Penjaga SDN Brangkal, Slamet mengaku mendapatkan informasi dari komite sekolah kalau ada maling pada Minggu (5/7) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, pelaku pertama sudah masuk ke dalam sekolah, sedangkan pelaku kedua menunggu di depan sekolah, yaitu di jalur arteri Surabaya-Madiun.

"Saya panggil orang kampung, lalu dikepung bareng-bareng," kata Slamet kepada wartawan di SDN Brangkal, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat beraksi, kedua berbagi tugas. Rian membobol sekolah. Sedangkan Rizal menunggu di atas sepeda motor Honda BeAT nopol L 3576 ZK.

ADVERTISEMENT

Tak lama kemudian, lanjut Slamet, Rian melompat keluar SDN Brangkal melalui pagar sekolah. Bapak 2 anak ini membawa tas hitam berisi proyektor. Saat itulah warga yang siaga ramai-ramai menangkapnya. Begitu pula dengan Rizal yang tak berkutik disergap warga.

"Proyektor dicuri dari ruang guru, begitu ketahuan, langsung dilempar ke halaman sekolah," terangnya.

Warga yang geram pun menghajar Rian maupun Rizal di gang sebelah SDN Brangkal. Pukulan dan tendangan warga bertubi-tubi mengenai tubuh kedua pelaku. Beruntung sejumlah anggota Polsek Sooko segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi mereka dari amuk massa.

Kepala SDN Brangkal, Fitriah Budiarti menjelaskan, pelaku merusak kunci pintu kantor guru dan ruangan kepala sekolah. Ia membenarkan hanya proyektor yang dicuri pelaku dari sekolahnya.

"Yang dicuri pelaku itu proyektor, bukan laptop, tapi memang proyektornya di dalam tas laptop," jelasnya.

Sejak menjabat Kepala SDN Brangkal pada September 2022, tambah Fitriah, terjadi 3 kali pencurian. Pertama, maling menggasak satu set CPU dan monitor dari sekolahnya. Belajar dari kejadian itu, barang berharga tak lagi disimpan di sekolah.

"Yang kedua karena tidak ada barang berharga di sekolah, yang dicuri makanan di kantin sekolah," tandasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads