Sebuah video menampilkan Erlan (54), terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati beredar di media sosial. Kali Ini, Erlan dinarasikan sebagai anggota sindikat penipu.
Dalam video 43 detik itu, tampak Erlan dan dua orang pria tengah naik mobil. Pria yang merekam itu kemudian menyebut Erlan sebagai gurunya. Dalam video selanjutnya, Erlan juga tampak tiduran di kasur, lalu bermain biliar.
Dalam mobil itu, Erlan tampak mengenakan kaca mata dan kaus hitam dengan garis di dada merah putih yang sama saat dipakai saat terekam kamera CCTV di Bandara Juanda, juga saat dalam video bersama Ruly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersama Mas Wahyu dan Mas Erlan. Ini guru saya ini. Kami OTW Bali. Nanti setelah dari Bali kembali ke pujaan hati di Malang," demikian suara perekam saat dalam mobil.
Kuasa Hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya membenarkan video yang beredar tersebut memang Erlan, terduga pelaku pembunuhan Ruly. Ia juga tak membantah bahwa Erlan memang komplotan penipu.
"Iya, itu Erlan dan komplotannya (penipu)," kata Risang kepada detikJatim, Selasa (7/7/2026).
Sedangkan modus penipuan yang dilakukan selama ini adalah love scamming. Terduga pelaku dan korban juga diketahui sudah lama kenal, namun hanya sebatas melalui komunikasi telepon dan media sosial saja.
"Kalau dari informasi yang kami peroleh, mereka memang sudah saling mengenal dalam waktu yang cukup lama. Tetapi komunikasi itu hanya lewat telepon atau media daring. Pertemuan secara langsung baru terjadi saat peristiwa tersebut," kata Risang kepada detikJatim melalui telepon selulernya, Senin (6/7/2026).
"Dugaan kami, pola yang terjadi mengarah seperti love scam. Pelaku membangun kepercayaan korban terlebih dahulu melalui komunikasi jarak jauh, kemudian baru bertemu secara langsung. Namun tentu ini masih dugaan yang nantinya harus dibuktikan melalui penyidikan kepolisian," imbuhnya.
Seperti diberitakan, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Informasi yang dihimpun, ditemukan darah mengalir di sekitar mobil tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut diketahui telah masuk ke area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6/2026). Dari data parkir, kendaraan itu belum pernah keluar hingga akhirnya ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalamnya.
(auh/abq)
