Perempuan Tewas Ditusuk Suami di Banyuwangi Alami Luka di Perut Kiri

Perempuan Tewas Ditusuk Suami di Banyuwangi Alami Luka di Perut Kiri

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 09 Agu 2026 14:19 WIB
Olah TKP suami tusuk istri hingga tewas di Banyuwangi
Olah TKP suami tusuk istri hingga tewas di Banyuwangi/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Perempuan bernama Yuni Kosayah (25) tewas setelah ditikam suaminya, Supriadi (31), di Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Korban mengalami luka tusuk pada bagian perut kiri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) pagi. Yuni diduga tengah memasak ketika mengalami penganiayaan yang berujung penusukan. Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian tersebut dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta rekonstruksi awal.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi membenarkan peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan dari warga dan langsung mendatangi lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dapat laporan dari warga dan langsung ditindak lanjuti, benar korban mengalami luka tusuk di perut," ungkap Lanang kepada detik Jatim, Minggu (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

Lanang mengatakan, polisi telah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan barang bukti untuk mengungkap secara detail peristiwa tersebut.

"Saat ini olah TKP sudah cukup dan kami sudah melakukan rekonstruksi awal untuk mengetahui secara detail informasi peristiwa," katanya.

Berdasarkan data identitas, Yuni merupakan warga Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Korban kemudian menikah secara siri dengan Supriadi yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.

Setelah menikah, keduanya tinggal di Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri. Di rumah tersebut, penganiayaan yang berujung penusukan terhadap Yuni terjadi.

Polisi menyebut keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga menolak autopsi jadi korban akan diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan," terang Lanang.

Sementara itu, tetangga korban, Riadi Purwanto mengatakan, warga sekitar telah mengetahui pasangan tersebut kerap terlibat cekcok. Bahkan, pertengkaran disebut terjadi sejak malam sebelum Yuni ditikam.

"Wes koyok sego jangan (sudah biasa) ribut jadi kami kira tidak akan sampai begini. Karena hampir setiap hari itu ribut," terangnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Riadi mengaku tidak menyaksikan langsung pertengkaran yang berujung penusukan karena terjadi di dalam rumah. Namun, dia mengetahui peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 06.00-07.00 WIB.

Sejumlah tetangga kemudian melihat Supriadi bersama adiknya membawa Yuni ke rumah sakit.

"Sekitar jam 06.00 WIB apa jam 07.00 WIB gitu ya dibonceng ke rumah sakit dengan adik pelaku tapi tidak tahu meninggalnya disini apa di rumah sakit," kata Riadi.

Riadi mengatakan dirinya dan warga sekitar mengenal Yuni dan Supriadi sebagai pasangan yang baru sekitar dua tahun tinggal di lingkungan tersebut. Berdasarkan informasi yang diketahuinya, keduanya merupakan pasangan suami istri siri.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi penganiayaan yang menyebabkan Yuni meninggal dunia.



(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads