Sanggar Saraswati Kemah Bareng Evan Dimas Ajak Anak Lebih Dekat ke Alam

Sanggar Saraswati Kemah Bareng Evan Dimas Ajak Anak Lebih Dekat ke Alam

Denza Perdana - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 05:07 WIB
Kegiatan perkemahan yang digelar Sanggar Saraswati Nuswantara diikuti juga oleh Evan Dimas.
Kegiatan kemah Sanggar Saraswati Nuswantara. (Foto: Istimewa/dok. Sanggar Saraswati Nuswantara)
Tulungagung -

Anak-anak peserta seni tari maupun sekolah sepak bola di Sanggar Saraswati Nuswantara mengikuti kegiatan kemah di Bumi Perkemahan Jurang Senggani, Tulungagung. Mereka diajak mendekat kembali ke alam.

Kemah Sanggar Saraswati Nuswantara itu diikuti Evan Dimas, Mantan kapten Timnas Indonesia U-19 yang kini menjadi pelatih SSB Saraswati yang bermarkas di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang.

Akbar Firmansyah, pendiri Sanggar Saraswati Nuswantara mengatakan tujuan dari kemah itu adalah untuk kembali mendekatkan anak-anak ke alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Momen ini spesial karena menjadi momen berkumpulnya lintas generasi di Sanggar Saraswati. Ada anak-anak sanggar dan seniman yang sudah berusia lanjut," katanya kepada detikJatim, Rabu (25/12).

Dalam kegiatan kemah ini anak-anak diajak untuk membaur lagi dengan alam. Kegiatan mendekatkan diri ke alam ini, menurut Akbar, penting dilakukan sebagai dasar pengetahuan.

ADVERTISEMENT

"Alam itu sumber pengetahuan. Karena itu mendekatkan diri ke alam menjadi dasar dari pengetahuan," ujarnya.

Dalam kegiatan yang digelar Sabtu hingga Minggu, 20 hingga 21 Desember 2025 itu anak-anak peserta sanggar tari maupun SSB diajak mendirikan tenda, menyiapkan makanan, hingga menyalakan api unggun bersama-sama.

Kebersamaan mereka di Bumi Perkemahan Jurang Senggani ini sempat diwarnai hujan deras. Namun hal itu menjadi penambah momen keakraban mereka dengan alam.

Kegiatan perkemahan yang digelar Sanggar Saraswati Nuswantara diikuti juga oleh Evan Dimas.Kegiatan perkemahan yang digelar Sanggar Saraswati Nuswantara diikuti juga oleh Evan Dimas. (Foto: Istimewa/dok. Sanggar Saraswati Nuswantara)

Evan Dimas, dalam kegiatan kemah tersebut juga menyempatkan diri untuk memberikan materi latihan keseimbangan diri dengan alam dalam konteks sepak bola.

Anak-anak diajak untuk mengasah rasa dan memperkuat kerja sama tim melalui permainan keseimbangan bola. Tiga anak diminta untuk mempertahankan bola yang hanya diapit dengan dahi mereka agar tidak terjatuh.

Puncaknya, anak-anak diajak untuk menikmati terbitnya matahari lalu bersuka cita di bawah air terjun Jurang Senggani.

Sanggar Saraswati Nuswantara yang juga bisa ditemukan di Instagram @saraswatinuswantara menjadi lembaga induk yang menaungi SSB Saraswati tempat Evan Dimas menjadi pelatih.

Akba sebagai pendiri Sanggar perna menjelaskan tentang seni budaya sebagai keindahan yang diwariskan leluhur. Kesenian Nuswantara, kata dia, selain kental dengan eksplorasi estetika tidak pernah kering dari etika.

"Sebab estetika dan etika adalah karib tak terpisahkan. Dari paduan keduanya keindahan Seni Nuswantara terlahir. Maka kami, Sanggar Saraswati Nuswantara percaya estetika tanpa etika dan saling silang berlebihan dalam berkesenian adalah kejahatan yang menyamar," tegas Akbar.

Dia pun menegaskan bahwa konsep asah, asih, dan asuh akan menjadi konsep budaya yang akan terus dikenalkan di Sanggar Saraswati Nuswantara.

Sanggar Saraswati Nuswantara menjadi ajang aktualisasi bagi banyak pemuda mempelajari seni tari, seni karawitan, seni sastra, juga seni rupa. Sanggar ini juga tengah mengembangkan seni pertanian dengan pengembangan bibit padi unggul.

"Pertanian menjadi salah satu yang akan kami tularkan demi mendekatkan bangsa ini pada kemakmuran," ujarnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads