Satgas Pangan Polres Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat distribusi dan penjualan bahan pokok. Tujuannya untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sidak dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri. Tim menyasar tiga lokasi di Kecamatan Pare, yakni Pasar Pamenang Pare, salah satu swalayan, serta Pasar Induk Sayur Pare.
Dalam kegiatan tersebut, Satgas Pangan melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, gula, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, bawang merah hingga aneka sayuran. Pemeriksaan meliputi ketersediaan stok, kualitas barang, hingga kesesuaian harga di tingkat konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joshua menegaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat menjelang Nataru.
"Dari hasil pemantauan di lapangan, harga relatif stabil dan stok bahan pokok melimpah. Kami pastikan tidak ada gejolak signifikan, sehingga masyarakat tidak perlu panik dalam memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru," kata Joshua, Rabu (24/12/2025).
Sementara itu, pihak Disdagin Kabupaten Kediri, Analis Perdagangan Ahli Muda Disdagin, Choirunnikmah, menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasar di Kabupaten Kediri masih terkendali.
"Secara keseluruhan harga bahan pokok masih stabil dan stok mencukupi menjelang Nataru," ujarnya.
Ia merinci, harga beras premium di Pasar Pamenang berkisar Rp 14.500 per kilogram, sedangkan beras medium berada di kisaran Rp 13.500 hingga Rp 14.000 per kilogram. Gula pasir dijual Rp 16.000-Rp 16.500 per kilogram, minyak goreng Rp 16.500-Rp 17.500 per liter, serta telur ayam sekitar Rp 30.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, Hanik menjelaskan bahwa harga mulai menunjukkan tren penurunan. Cabai rawit kini berada di kisaran Rp 52.000 per kilogram, cabai merah Rp 25.000 per kilogram, dan cabai keriting sekitar Rp 35.000 per kilogram.
"Harga cabai sudah mulai turun. Kemarin sempat meroket hingga Rp 80 ribuan, sekarang sudah berada di kisaran Rp 50 ribuan," tuturnya.
Harga daging sapi terpantau stabil di kisaran Rp 110.000 per kilogram dengan ketersediaan stok yang aman. Kebutuhan harian sekitar 16 ekor, sementara pasokan mencapai 30 ekor per hari.
Selain memantau harga, Satgas Pangan juga melakukan pemeriksaan mutu produk, khususnya daging sapi dan ayam. Berdasarkan hasil pengecekan kadar air dan pH, seluruh sampel dinyatakan aman dan sesuai standar, serta tidak ditemukan cacing hati.
Harga daging ayam di Pasar Pamenang tercatat sekitar Rp 35.000 per kilogram, masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 40.000. Telur ayam kualitas super dijual sekitar Rp 30.000 per kilogram.
Dalam sidak di salah satu swalayan, tim menemukan produk daging kemasan yang belum mencantumkan informasi secara lengkap.
"Kami menemukan produk kemasan yang belum mencantumkan keterangan jenis daging dan tanggal kedaluwarsa. Kami minta agar segera dilengkapi demi keamanan konsumen," tegas Hanik.
Satgas Pangan Polres Kediri bersama Pemkab Kediri memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga, ketersediaan stok, serta keamanan pangan di wilayah Kabupaten Kediri menjelang Nataru.
(auh/abq)
