Beredar video aksi bullying atau perundungan terhadap seorang pemuda yang diduga bonek atau suporter Persebaya viral di media sosial. Aksi tersebut diduga terjadi di Alun-Alun kota Batu.
Dalam video yang beredar, tampak korban yang dituduh sebagai Bonek, suporter Persebaya ditelanjangi dan dibully puluhan orang yang diduga suporter Arema FC atau Aremania.
Para pelaku lantas memaksa korban untuk menyanyi. Tak hanya itu, celana dalam yang dikenakan korban juga sempat ditarik untuk direkam alat vitalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo nyanyio deng gendeng, jare Persebaya, nek aku Bonek kon kate lapo (ayo nyanyi orang gila, katanya Persebaya, kalau aku bonek kamu mau ngapain)," demikian suara para pelaku mengintimidasi dalam video.
Dari keterangan video yang beredar, korban diduga saat itu sedang ngopi dengan teman-temannya di sekitar Alun-Alun Kota Batu. Belum diketahui kondisi korban saat ini setelah aksi perundungan tersebut.
Pria yang diduga suporter ditelanjangi dan dipersekusi Aremania di Alun-Alun Kota Batu Foto: (Dok. Istimewa/tangkapan layar) |
Sementara itu Kapolres Kota Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait aksi bullying yang viral tersebut.
"Saya belum mendapatkan laporan terkait informasi tersebut," kata Andi saat dihubungi detikJatim, Senin (12/1/2026).
Sebagai informasi, aksi tersebut terjadi menjelang pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri pada Minggu (11/1) sore. Situasi suporter sebelum pertandingan memang sempat mengalami ketenggangan.
Pasalnya, sebelum pertandingan ada aksi vandalisme yang diduga dilakukan oknum suporter Persik Kediri terhadap patung singa yang menjadi simbol Arema FC di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang atau perbatasan antara Kediri dan Malang.
Andi menyampaikan, pihaknya yang telah mendapat laporan terkait persoalan tersebut telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiagakan personel di perbatasan Malang-Kediri via Kota Batu.
"Perbatasan sudah kami siagakan personel sejak Sabtu 10 Januari 2025 malam," ujarnya.
Kabag Ops Polres Batu Kompol Anton Widodo menambahkan, pada sekitar pukul 23.00 WIB memang ada rombongan lebih dari 100 orang yang diduga kelompok suporter Arema FC hendak bergerak menuju Kediri.
"Mengantisipasi adanya bentrokan antar suporter, kami melakukan langkah persuasif dengan menghimbau rombongan untuk kembali. Meski memakan waktu, syukur upaya kami berhasil dan rombongan akhirnya putar balik," imbuhnya.
(auh/hil)

