Polres Mojokerto memberi santunan dan motivasi kepada para pelajar yang menjadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG). Polisi memotivasi anak-anak agar kembali semangat sekolah dan tidak trauma dengan MBG.
Kunjungan ke rumah para korban dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata. Yaitu ke rumah MZA dan WR (15), pelajar SD dan SMP warga Desa Singowangi, serta rumah AN (6,5), siswi TK warga Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.
Dalam kunjungannya, Andi didampingi Wakapolres Mojokerto Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, Kasat Binmas, Kapolsek Kutorejo, serta Kasi Humas. Mereka memberi motivasi kepada para korban agar selalu semangat sekolah demi meraih cita-cita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memberikan support (dukungan) kepada para korban sebagai wujud rasa empati dan kepedulian dari Polres Mojokerto," terang Andi kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).
Dalam kunjungannya, Andi memastikan tiga pelajar korban keracunan MBG itu telah sembuh. Sehingga mereka kembali sekolah dan beraktivitas seperti sedia kala. Pihaknya pun menyerahkan santunan kepada mereka sebagai wujud kepedulian Polres Mojokerto kepada anak bangsa.
Melalui kunjungan dan motivasi ini, Andi berharap seluruh pelajar yang sempat mengalami gangguan pencernaan karena menyantap MBG soto ayam, tidak trauma. Terlebih lagi pemerintah mengevaluasi SPPG terkait untuk mencegah kasus serupa terulang.
"Alhamdulillah saya lihat semuanya sudah sembuh, mulai masuk sekolah lagi. Para korban waktu itu juga sudah dibantu penuh biaya pengobatannya oleh pemerintah," jelasnya.
Sebelumnya, ratusan pelajar, santri dan keluarga siswa keracunan setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. MBG menu soto ayam tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1) pagi dan sebelum Salat Jumat.
Gejala klinis keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1) pagi. Mereka tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare. Pemkab Mojokerto mengunci data jumlah korban di angka 411 orang. Dari jumlah itu, tinggal 2 korban yang rawat inap per kemarin malam.
Investigasi gabungan pun digelar. Salah satunya, sampel soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 dan muntahan beberapa korban, dikirim ke Labkesda Kabupaten Mojokerto. Hasil pemeriksaan laboratorium dibahas dalam rapat tertutup di Smart Room Satya Bina Karya (SBK) Kantor Bupati Mojokerto pada Kamis (15/1) malam.
Rapat membahas penyebab keracunan MBG massal ini menghadirkan perwakilan sejumlah instansi dan ahli. Antara lain Kodim 0815, BPOM, Polres Mojokerto, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Labkesda Kabupaten Mojokerto, serta gabungan ahli gizi.
Hasilnya, keracunan massal ini diduga kuat karena telur ayam rebus yang basi. Telur ayam direbus oleh pemasok atau pihak ketiga pada Rabu (7/1) malam. Kemudian pihak ketiga mengirim telur rebus ke SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah pada Kamis (8/1) sore.
Dapur MBG ini menjadikan telur matang itu salah satu komponen soto ayam. Selanjutnya, soto ayam didistribusikan ke 22 sekolah dan pondok pesantren pada Jumat (9/1) pagi sampai sebelum Salat Jumat. Diduga kuat telur ayam rebus tersebut sudah basi. Sehingga menyebabkan keracunan massal pelajar, santri dan orang dewasa yang memakannya.
Tentu saja 2.679 pelajar dan santri penerima MBG tidak serentak menyantap soto ayam tersebut. Tim Investigasi juga menemukan titik dan waktu makan yang menelan jumlah korban terbanyak. Yaitu di Ponpes Mahad An Nur dan Ponpes Al Hidayah pada pukul 12.30 WIB atau setelah Salat Jumat.
SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah terletak di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. Operasional dapur MBG ini dihentikan sementara sampai tuntasnya investigasi dari BGN. Tak menutup kemungkinan SPPG ini ditutup permanen apabila terbukti melanggar aturan.
(auh/hil)
