Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polda Jatim Siagakan 5.020 Personel

Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polda Jatim Siagakan 5.020 Personel

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Senin, 02 Feb 2026 10:00 WIB
Apel Operasi Keselamatan Semeru di Polda Jatim
Apel Operasi Keselamatan Semeru di Polda Jatim/Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim
Surabaya -

Polda Jawa Timur menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari ke depan. Sebanyak 5.020 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan operasi ini.

Operasi Keselamatan Semeru ini digelar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce mengatakan, apel gelar pasukan ini diselenggarakan bukan sekedar sebagai seremonial belaka. Melainkan sebagai momentum strategis untuk melaksanakan pengecekan akhir terhadap kesiapan, personel, sarana prasarana hingga soliditas, sinergitas, lintas sektoral dapat terlaksana dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu kita sadari bersama bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks. Berdasarkan data analisa dan evaluasi, pelaksanaan operasi tahun sebelumnya kita dihadapkan pada fakta yang menuntut perhatian serius pada pelaksanaan operasi Kecamatan Semeru tahun 2025 yang lalu," kata Pasma saat membuka Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Lapangan Upacara Polda Jatim, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Selama 2025, polisi dengan 1 bintang di pundaknya itu menyebutkan data kecelakaan di Jatim. Tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 10 korban jiwa meninggal dunia. Menurutnya, sebuah nyawa yang sia-sia di jalan yang harus dicegah.

"51 korban luka berat dan 803 korban luka ringan. Tingginya angka tersebut berkolaborasi lurus dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap aturan keselamatan," ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Pasma, diperburuk oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin yang berkompetensi menyebabkan fatalitas kecelakaan. Menyikapi dinamika tersebut, pihaknya beserta jajaran menggelar operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari.

"Terhitung mulai tanggal 2 sampai 15 Februari tahun 2026," imbuh dia.

Pasma menegaskan bahwa operasi ini merupakan cipta kondisi praoperasi ketupat Idul Fitri 1447 Hijriyah. Ia berharap segala potensi gangguan dapat diminimalisir sejak dini.

Selama operasi, 5.020 personel gabungan dilibatkan. Selama pelaksanaan, Pasma memastikan akan mengedepankan pendekatan yang humanis namun tegas melalui tiga strategi utama, yakni upaya preemtif berupa pembinaan dan edukasi dengan memasifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, upaya preventif berupa pencegahan dengan cara pelaksanaan rampcheck terpadu, hingga upaya represif penegakan hukum secara selektif prioritas terhadap pelanggaran yang berpotensi fatalitas laka lantas.

"Saya perintahkan seluruh jajaran untuk bersinergi dengan dinas berhubungan, dinas kesehatan dalam melakukan pemeriksaan teknis kendaraan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi termasuk tes urine di terminal," tutup eks Kapolrestabes Surabaya itu.




(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads