Gerakan Polisi Sambang Sekolah Cegah Kenakalan Remaja di Kota Malang

Gerakan Polisi Sambang Sekolah Cegah Kenakalan Remaja di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikJatim
Rabu, 04 Feb 2026 11:45 WIB
Gerakan Polisi Sambang Sekolah di Kota Malang
Gerakan Polisi Sambang Sekolah di Kota Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana kembali mengaktifkan program Polisi Sambang Sekolah. Ini sebagai langkah preventif menekan tindak kriminal dan kenakalan remaja di bawah umur.

Strategi ini juga menjadi bagian dalam membangun kesadaran hukum sejak dini sekaligus memperkuat hubungan Polri dengan lingkungan akademis di Kota Malang. Kebijakan ini menyusul adanya tindak pencurian motor yang melibatkan anak di bawah umur.

Dari peristiwa itu, Kapolresta menilai pentingnya pencegahan sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus pada perilaku menyimpang yang berujung pidana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengaktifkan kembali Polisi Sambang Sekolah, selain untuk pencegahan, juga pendampingan Anak-anak, kita dengarkan aspirasinya, dan kita beri solusi sebelum mereka salah arah," ujar Kombes Putu Kholis kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Putu Kholis menjelaskan, Polisi Sambang Sekolah bisa dilakukan pejabat utama Polresta Malang Kota, Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas aktif hadir di sekolah-sekolah.

"Polisi harus bisa masuk ke ruang akademis sebagai sahabat pelajar. Selain menjaring aspirasi, kami juga menerima saran dari sekolah dan memberikan solusi terhadap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan," jelasnya.

Polisi Sambang Sekolah, selain mengenalkan tugas-tugas kepolisian, sekaligus memberikan edukasi pencegahan kenakalan remaja. Seperti bahaya pencurian, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, balap liar, tawuran, hingga pentingnya disiplin, etika, dan kepatuhan terhadap hukum serta aturan lalu lintas.

Menurut Kombes Putu Kholis, edukasi tersebut penting agar pelajar memahami konsekuensi hukum sejak dini dan memiliki benteng moral dalam pergaulan sehari-hari.

"Kami ingin menanamkan kesadaran, bukan menakut-nakuti. Dengan begitu mereka tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab," ujarnya.

Lebih jauh, Kapolresta Malang Kota yang dikenal supel dan dekat dengan masyarakat ini menegaskan, pencegahan kejahatan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi, dan soliditas antara Polri, sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar.

"Kejadian anak di bawah umur terlibat pencurian menjadi alarm bagi kita semua. Polisi tidak boleh hanya hadir saat ada masalah, tetapi harus hadir lebih dulu sebagai pembimbing," tambah Putu Kholis.

Melalui penguatan program Polisi Sambang Sekolah, Polresta Malang Kota berharap pelajar menjadi pelopor sadar hukum, berkarakter, serta memiliki kepedulian keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).




(mua/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads