Kapolresta Malang Kota Kombes Putu Kholis Aryana menyempatkan ziarah makam korban Tragedi Kanjuruhan menjelang bulan puasa. Tradisi nyadran ini berlangsung khidmat, sekaligus refleksi menjelang bulan penuh berkah.
Ziarah di 31 makam ini digelar serentak oleh jajaran Polresta Malang Kota sebagai bentuk penghormatan kepada korban tragedi.
Nyadran ini menjadi momentum refleksi, penghormatan, sekaligus penguatan nilai kemanusiaan dan soliditas menjelang masuknya bulan penuh berkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didampingi Andika Wijaya, orang tua almarhum Daffa Fakhrudin Wijaya (15), Kombes Putu Kholis berziarah ke TPU Kutho Bedah, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Saat di lokasi, Kombes Putu kholis tidak hanya memanjatkan doa, tapi juga secara langsung membersihkan dan mencuci batu nisan almarhum Daffa sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari institusi Polri kepada para korban.
Secara bersamaan, para Pejabat Utama (PJU) dan lima Kapolsek jajaran Polresta Malang Kota juga melakukan ziarah TPU yang berbeda.
Momentum ziarah atau nyadran ini dinilai tepat karena bertepatan menjelang Jumat Legi, waktu yang secara kultural dimanfaatkan masyarakat untuk berziarah, sekaligus menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan tradisi masyarakat.
"Kegiatan nyadran yang kami lakukan secara serentak ini sebagai refleksi dan penguatan empati kepada keluarga korban. Sejak awal kembali ke Bumi Arema, komitmen kami bahwa Polresta Malang Kota harus menjadi rumah bagi keluarga korban Kanjuruhan," tegas Kombes Putu Kholis kepada wartawan, Kamis (12/02/2026)
Doa dan bacaan surat Yasin bentuk penghormatan Kombes Putu Kholis bersama jajaran menjadi warna tersendiri dalam menguatkan soliditas.
Sejak kembali di Bumi Arema, Kombes Putu Kholis mengenakan pita ban hitam sebagai simbol duka dan penghormatan terhadap para korban kanjuruhan.
Komitmen Putu berlanjut hingga kini, dengan berbagai bentuk kepedulian sosial, termasuk santunan dan pendampingan kepada keluarga korban.
Sementara di lokasi lain, Udin bersama istri yang merupakan orang tua almarhumah Nafisatul Mukhoyaroh (24), salah satu korban tragedi Kanjuruhan.
"Matur nuwun, sejak masih menjabat di Polres Malang, Pak Putu sudah dekat dengan keluarga korban. Sampai sekarang menjadi Kapolresta Malang Kota, beliau tetap memperhatikan kami. Kami merasa dihargai dan tidak dilupakan," kata Udin terpisah.
Menurut Udin, kepedulian yang ditunjukkan tidak hanya simbolik, tapi nyata baik komunikasi, santunan, dan kehadiran moral yang menguatkan keluarga korban.
Sementara kegiatan nyadran serentak ini diharapkan menjadi energi positif menjelang Ramadan, sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, sentuhan kemanusiaan dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kota Malang.
(auh/abq)
