Balon Udara Dipasang Petasan Hantui Ramadan di Ponorogo, Ini Kata Polisi

Balon Udara Dipasang Petasan Hantui Ramadan di Ponorogo, Ini Kata Polisi

Charolin Pebrianti - detikJatim
Rabu, 25 Feb 2026 11:00 WIB
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Sejak awal Ramadhan langit Ponorogo kembali dihiasi balon udara liar. Tradisi tahunan itu menjadi sorotan aparat kepolisian karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga dan melanggar aturan hukum.

Polisi memastikan tidak akan mentolerir praktik penerbangan balon udara tanpa izin, apalagi bila balon udara itu dipasangi petasan. Aparat mengaku telah bergerak melakukan pencegahan sejak jauh-jauh hari.

Kapolres Ponorogo Andin Wisnu Sudibyo mengatakan pihaknya sudah menyosialisasikan secara masif imbauan ini melalui pemdes hingga Bhabinkamtibmas di tiap wilayah. Edukasi ini menargetkan pemahaman masyarakat tentang risiko balon udara liar maupun petasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah melakukan imbauan melalui pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas. Jangan ada lagi yang menerbangkan balon udara maupun bermain petasan. Jika masih ditemukan, pasti akan kami proses sesuai aturan yang berlaku," tegas Andin, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, kebiasaan menerbangkan balon udara rakitan memang sudah berlangsung lama dan kerap muncul setiap Ramadhan. Namun, tradisi itu tak bisa lagi ditoleransi karena berpotensi menimbulkan bahaya serius.

ADVERTISEMENT

Balon udara tanpa kendali dikhawatirkan mengganggu jalur penerbangan, tersangkut jaringan listrik hingga memicu kebakaran saat jatuh. Risiko makin besar jika balon dipasangi petasan yang bisa meledak sewaktu-waktu.

"Patroli sudah kami lakukan di sejumlah wilayah. Jangan sampai ada balon udara yang dirakit dan diterbangkan. Kalau ditemukan, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Tak hanya balon udara, kepolisian juga melarang keras penggunaan petasan atau mercon selama Ramadhan. Selain mengganggu kekhusyukan ibadah, suara ledakan petasan berisiko menimbulkan kepanikan hingga cedera.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan sound horeg untuk membangunkan sahur karena berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Setiap malam petugas melakukan patroli untuk mencegah gangguan kamtibmas selama Ramadhan. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.

Dengan patroli rutin dan penegakan hukum yang konsisten, aparat berharap suasana Ramadhan di Ponorogo tahun ini lebih tertib dan kondusif. Polisi pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan lingkungan tanpa mempertahankan tradisi yang membahayakan keselamatan bersama.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads