Ratusan Aparat Gabungan Amankan Operasi Ketupat 2026 di Lamongan

Ratusan Aparat Gabungan Amankan Operasi Ketupat 2026 di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikJatim
Kamis, 12 Mar 2026 21:40 WIB
Konferensi pers pemusnahan barang bukti dalam rangkaian apel persiapan Operasi Ketupat Semeru di Lamongan.
Konferensi pers pemusnahan barang bukti dalam rangkaian apel persiapan Operasi Ketupat Semeru di Lamongan. (Foto: Istimewa)
Lamongan -

Polres Lamongan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 untuk pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Sebanyak 245 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan dalam operasi tersebut.

Apel yang berlangsung di alun-alun Lamongan, Kamis (12/3/2026) pukul 15.30 WIB dipimpin Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dalam amanatnya, Kapolri menekankan pentingnya pengamanan maksimal selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Pengamanan difokuskan pada kelancaran lalu lintas di jalur utama, jalan tol, pelabuhan, bandara, hingga stasiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apel ini pengecekan personil, sarana dan prasarana sekaligus sebagai wujud sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran," kata Kapolri dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya prioritas lain dalam operasi ini adalah keselamatan masyarakat melalui pengaturan rekayasa lalu lintas serta kesiapan pos pengamanan dan pos pelayanan. Aparat juga diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan kepadatan lalu lintas, kecelakaan, cuaca ekstrem, hingga potensi kriminalitas.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan survei dari kementerian perhubungan potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang," paparnya.

Sementara, Kapolres Lamongan Arif Fazlurrahman mengatakan, dalam operasi ketupat tahun 2026 ini pihaknya akan melibatkan lebih kurang sebanyak 331 personil gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, instansi terkait dan relawan. Operasi ketupat ini sendiri akan berlangsung 13 Maret hingga 25 Maret atau selama 13 hari.

"Harapannya semoga pada momen lebaran ini nanti di Lamongan tetap kondusif. Kami juga berharap sebagai salah satu jalur mudik nantinya tidak ada kemacetan yang berarti sehingga pemudik bisa lewat dan atau mudik di Lamongan dengan aman dan nyaman serta bahagia," jelasnya.

Menjelang pelaksanaan operasi, petugas kepolisian Lamongan juga melakukan pemusnahan barang hasil dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) yang digelar selama 30 hari ke belakang.

Sejumlah barang yang dimusnahkan tersebut, diantaranya adalah minuman keras jenis toak sebanyak 3.479 liter, arak 1.595,64 liter, bir 226,5 liter, anggur 117,64 liter, serta vodka sebanyak 6 liter.

"Dengan mengamankan miras ini, dalam perhitungan kami berhasil menyelamatkan sekitar 15 ribu jiwa manusia," kata Arif.

Selain minuman keras, polisi juga memusnahkan 252 unit knalpot brong yang disita dari berbagai lokasi di Lamongan saat digelar razia penertiban. Knalpot ini disita dan dimusnahkan dengan cara dipotong sehingga tidak bisa digunakan kembali. Peredaran minuman keras dan penggunaan knalpot brong itu kerap mengganggu ketenteraman masyarakat.

"Kami akan menindak tegas pelanggaran serupa, termasuk memberikan sanksi pidana bagi pelaku yang kembali menjual minuman keras," tegasnya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polres Lamongan juga mendirikan 2 pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Pos pengamanan berada di Babat dan kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL), serta pos pelayanan yang didirikan di Terminal Lamongan.

Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban serta mematuhi aturan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads