750 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Mudik Lebaran di Trenggalek

750 Personel Gabungan Disiapkan Amankan Mudik Lebaran di Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Jumat, 13 Mar 2026 11:45 WIB
Operasi Keselamatan Semeru di Trenggalek
Operasi Keselamatan Semeru di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Trenggalek -

Polres Trenggalek menyiapkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Polisi mengintensifkan pengamanan di beberapa pusat kegiatan masyarakat dan jalur rawan.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, 750 personel gabungan tersebut terdiri dari polisi, TNI, dinas perhubungan, Satpol PP, dinas kesehatan, organisasi radio amatir hingga pramuka. Seluruh personel yang disiagakan akan disebar di tiga pos pengamanan utama dan satu pos pantau serta di beberapa tempat strategis lainnya.

"Operasi Ketupat Semeru 2026 ini dimulai 13 - 25 Maret. Dari ratusan personel itu, khusus anggota Polri ada 200-an personel," kata AKBP Ridwan, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tiga pos pengamanan utama disiapkan di Kecamatan Durenan sebagai pintu masuk Trenggalek sekaligus pusat perayaan Lebaran Ketupat, kedua di Kecamatan Watulimo sebagai pusat pariwisata dan ketiga di tengah kota. Sedangkan pos pantau disiapkan di ruas Trenggalek-Ponorogo sebagai antisipasi kondisi darurat bencana tanah longsor.

ADVERTISEMENT

"Fokus kita ada empat hal, yaitu arus mudik, arus balik, aktivitas wisata pasca lebaran, dan kegiatan kupatan yang biasanya ramai di wilayah Durenan," ujarnya.

Selain pos pengamanan, pihaknya juga menyiagakan tim urai yang disiapkan diterjunkan ke titik rawan gangguan lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan maupun bencana alam.

"Pada saat arus mudik akan lebih kami fokuskan di jalur Trenggalek-Ponorogo dan nanti saat libur lebaran kami geser ke pusat pariwisata di Kecamatan Watulimo," jelasnya.

Ridwan Maliki menambahkan Trenggalek merupakan daerah tujuan mudik, sehingga arus lalu lintas relatif lebih sepi dibandingkan daerah lain. Namun, potensi kepadatan dan kerawanan tetap ada, mengingat Trenggalek merupakan pelintasan antarkota dan antarprovinsi di jalur selatan Jatim.

"Makanya berkaca dari kejadian tanah longsor di KM 16 Trenggalek-Ponorogo kemarin, kami berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengantisipasi apabila ada longsor susulan di jalur tersebut. Dampaknya besar," kata Ridwan.

Sementara itu, Kecamatan Watulimo menjadi daerah tujuan pariwisata di eks Keresidenan Kediri dan Madiun. Ribuan wisatawan akan memadati sejumlah pantai selatan saat libur lebaran.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, sebelum Operasi Ketupat Semeru 2026 digelar, pemerintah daerah dan seluruh instansi serta komponen masyarakat telah memetakan berbagai kerawanan yang ada di wilayahnya.

"Kami sudah memerintahkan PU bersama Satlantas untuk memetakan ruas jalan yang mungkin belum dalam kondisi prima agar bisa dilakukan penanganan terbatas sehingga perjalanan masyarakat lebih baik," kata Bupati Arifin.

Khusus untuk mengantisipasi kebencanaan, pihaknya memastikan seluruh personel di BPBD Trenggalek maupun instansi vertikal seperti Basarnas telah siap dengan seluruh peralatannya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera berkomunikasi dengan kepolisian melalui call center 110 jika terjadi gangguan kamtibmas dan Public Safety Center (PSC) 119 jika terjadi kedaruratan medis.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads