Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi mengurai kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Selama lebih dari 16 hari pengaturan dilakukan, ribuan kendaraan melintas dengan aman bahkan tercatat tanpa kecelakaan.
Sebelumnya, antrean kendaraan di jalur Situbondo-Banyuwangi sempat mengular hingga 17 kilometer. Namun, berkat berbagai skema rekayasa lalu lintas, arus kendaraan kini kembali lancar baik untuk pemudik, masyarakat umum, maupun angkutan logistik.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari belasan sopir logistik lintas asosiasi. Mereka menilai, kinerja Polresta Banyuwangi patut diapresiasi karena tetap konsisten mengatur lalu lintas di tengah tekanan di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator lintas asosiasi sopir logistik Indonesia, Slamet Barokah menyebut, upaya petugas layak diacungi jempol. Menurutnya, polisi tetap mampu bersikap humanis meski menghadapi ratusan sopir yang kelelahan.
"Kasihan teman-teman kepolisian kalau sering kali seperti ini dengan kejadian kemacetan begini, maka kami dari koordinator-koordinator asosiasi dan rekan-rekan pengemudi ingin memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada kapolresta dan jajarannya dan doa kami sehat walafiat, kuat," tegas Slamet, Minggu (5/4/2026).
Hal senada disampaikan Darmawan, koordinator Gerakan Alianza Pengemudi Indonesia Bersatu. Ia mengapresiasi kerja keras Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan beserta jajarannya yang bekerja siang malam.
"Mengucapkan terima kasih kepada bapak kapolresta dan jajarannya, khususnya Satlantas Polresta Banyuwangi yang sudah bahu membahu yang mana sangat bekerja secara maksimal, mati matian, siang malam mengurai kemacetan, kami dari jajaran lintas komunitas mengucapkan terima kasih pada seluruh jajaran," tegasnya.
Para sopir juga sempat melakukan pemantauan langsung terhadap arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, termasuk operasional kapal di Dermaga Bulusan. Di lokasi tersebut, petugas kepolisian juga membagikan makanan dan minuman kepada sopir yang mengantre.
"Alhamdulillah sudah mulai lancar, Kami sebagai sopir logistik mengucapkan apresiasi atas kinerja kapolresta dan jajarannya, istimewa kami sangat terbantu. Sejak awal sampai akhir bekerja siang malam mengatur lalulintas," ungkap Supardi, sopir truk sumbu tiga.
Sementara itu, sopir material bangunan, Joko Susanto mengaku terbantu dengan bantuan makanan dari petugas.
"Untuk dapat nasi ini jadi gak mengeluarkan uang makan. Tadi ditambahin 1 juga bisa untuk makan sing. Mantap dan luar biasa, tahun ini gak separah tahun lalu," kata Joko.
Meski masa angkutan Lebaran telah berakhir, arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih terpantau padat lancar. Setiap harinya, sebanyak 31 kapal dioperasikan di seluruh dermaga ASDP Ketapang untuk melayani penyeberangan, termasuk truk-truk sumbu tiga.
(hil/hil)