Satreskrim Polres Kediri Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) pada Rabu (8/4/2026). Langkah ini guna memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan pengawasan distribusi LPG subsidi akan terus diperketat. Ini agar sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
"Kami pastikan distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Kediri Kota berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi takaran, keamanan, maupun harga. Pengawasan akan terus kami lakukan," kata AKBP Anggi Saputra Ibrahim kepada detikJatim Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengecekan difokuskan pada kesesuaian berat isi tabung gas melon serta kelayakan fisik tabung sebelum disalurkan ke masyarakat.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran dan sesuai standar keamanan.
"Hari ini kami melakukan sidak di SPBE untuk memastikan pendistribusian LPG 3 kilogram berjalan sesuai ketentuan. Kami cek mulai dari berat isi hingga aspek keamanan sebelum sampai ke konsumen," ujar Elyasarif.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan pelanggaran terkait isi tabung. Seluruh tabung dipastikan memiliki berat sesuai standar, yakni 3 kilogram tanpa adanya pengurangan.
"Hasil pengecekan tidak ditemukan adanya pelanggaran, khususnya terkait berat isi. Semua sesuai ketentuan," tegasnya.
Meski demikian, petugas menemukan sejumlah tabung dalam kondisi berkarat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu penggunaan di tingkat konsumen.
"Ditemukan beberapa tabung berkarat. Ini bisa memengaruhi saat pemasangan, sehingga menjadi catatan untuk dilakukan pengecekan lebih teliti ke depan," jelasnya.
Ia menambahkan, tabung yang tidak layak pakai seharusnya rutin ditarik dan diganti untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Dari sisi ketersediaan, stok LPG 3 kilogram di wilayah Kota Kediri dipastikan dalam kondisi aman. Saat ini, stok mencapai sekitar 57 ton dan disalurkan melalui sejumlah agen.
"Stok aman dan harga di tingkat pangkalan tetap sesuai dengan HET," pungkas AKP Elyasarif.
(auh/abq)