Halaman Markas Komando (Mako) Polres Kediri Kota menjadi saksi momen bersejarah, 300 orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam satu barisan, menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas wilayah Kota Kediri.
Kegiatan tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Kodim 0809 Kediri.
Apel besar ini diikuti oleh sembilan organisasi dan komunitas masyarakat yang masing-masing mengirimkan perwakilannya dalam formasi pleton, IPSI Kota Kediri, Linmas Kota Kediri, GP Ansor Kota Kediri, Pamter Kota Kediri, RAPI Kota Kediri, MPC Pemuda Pancasila Kota Kediri, SIKAP Ponpes Kedunglo, Garda Kota Kediri, dan Senkom Kediri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran berbagai elemen lintas organisasi tersebut memperkuat pesan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu momen paling khidmat dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan Ikrar Sabuk Kamtibmas Kota Kediri.
Dalam ikrar yang dibacakan dengan penuh semangat tersebut, seluruh elemen masyarakat menyatakan dukungan penuh terhadap program Sabuk Kamtibmas, berkomitmen menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif bersama Polri, serta menolak tegas segala bentuk aksi anarkis yang merusak fasilitas umum, layanan publik, maupun kantor pemerintahan.
Ikrar tersebut juga menegaskan kesiapan bersama TNI dan Polri untuk melindungi Kota Kediri, termasuk Mako Polri, gedung pemerintahan, dan objek vital lainnya.
Sebagai penanda keseriusan komitmen itu, seluruh perwakilan peserta apel kemudian menandatangani Ikrar Sabuk Kamtibmas Kota Kediri secara simbolis di akhir kegiatan.
"Apel Besar Sabuk Kamtibmas hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama dalam memperkuat sistem keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kamis (30/24/2026).
Kapolres menjelaskan bahwa Sabuk Kamtibmas memiliki makna strategis yang meliputi empat fungsi utama: sebagai pengikat persatuan sosial, penguat deteksi dini gangguan keamanan, pelindung masyarakat dari potensi konflik, serta benteng bersama dalam menjaga stabilitas daerah.
Anggi juga mengingatkan seluruh peserta bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan.
"Kunci utama dalam menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat. Jadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga lingkungan masing-masing," ujarnya.
Sementara itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyambut positif digelarnya Apel Besar Sabuk Kamtibmas ini dan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mendukung setiap upaya menjaga kondusivitas wilayah.
"Keamanan dan ketertiban adalah fondasi pembangunan. Pemerintah Kota Kediri siap bersinergi penuh bersama Polri, TNI, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota Kediri yang aman, tertib, dan sejahtera," jelas Vinanda.
Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Kota Kediri ini merupakan bagian dari gerakan besar bertajuk Sabuk Kamtibmas Polda Jawa Timur Tahun 2026, yang mengangkat tema 'Mewujudkan Sinergitas Polda Jawa Timur Bersama Sabuk Kamtibmas dan Potensi Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Keamanan, Ketertiban, dan Keutuhan Sosial di Wilayah Jawa Timur.'
(auh/abq)