Wedangan Keliling, Cara Pamapta Polres Ponorogo Sosialisasi Layanan 110

Wedangan Keliling, Cara Pamapta Polres Ponorogo Sosialisasi Layanan 110

Charolin Pebrianti - detikJatim
Minggu, 10 Mei 2026 16:00 WIB
Polisi saat melakukan sosialisasi 110 melalui wedangan keliling.
Polisi saat melakukan sosialisasi 110 melalui wedangan keliling. (Foto: Istimewa)
Ponorogo -

Pamapta I Polres Ponorogo menghadirkan cara tak biasa dalam menyosialisasikan layanan darurat 110 Polri. Melalui konsep wedangan keliling, petugas turun langsung ke desa-desa untuk berdialog dengan masyarakat.

Program ini merupakan bagian dari patroli dialogis yang difokuskan untuk memperkenalkan layanan unggulan Polri 110 sebagai sarana pengaduan cepat dan gratis selama 24 jam. Juga kegiatan ini didukung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo.

Pamapta I Polres Ponorogo, Ipda John Anderson Batara Aryasena, mengatakan pendekatan kreatif diperlukan agar pesan kepolisian lebih mudah diterima masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebenarnya patroli dialogis, tetapi kami fokuskan untuk sosialisasi layanan 110 sebagai program unggulan Polri yang juga terus dipromosikan," ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Ia menilai masih banyak warga, terutama petani yang belum aktif menggunakan media sosial sehingga informasi layanan kepolisian tidak tersampaikan secara optimal.

ADVERTISEMENT

"Karena itu kami harus jemput bola. Layanan 110 penting diketahui semua lapisan masyarakat," tegasnya.

Kegiatan ini mulai dijalankan sejak 2 Mei 2026 dan dilakukan secara rutin dengan dukungan pimpinan Polres Ponorogo. Selain menyampaikan materi, petugas juga mengajak masyarakat mempraktikkan langsung cara mengakses layanan 110 agar lebih memahami fungsinya.

Dalam setiap kegiatan, Pamapta turut melibatkan fungsi Binmas untuk memberikan edukasi bersama kepada warga. Lokasi sosialisasi digilir di berbagai wilayah Kabupaten Ponorogo, dengan prioritas kawasan pertanian dan kelompok masyarakat yang membutuhkan edukasi tatap muka.

Konsep wedangan dipilih agar suasana lebih santai dan tidak formal, sehingga warga lebih nyaman berinteraksi dengan polisi.

"Melalui pendekatan humanis, komunikasi menjadi lebih hangat dan masyarakat tidak canggung menyampaikan pertanyaan maupun keluhan," kata Ipda John.

Kepala Desa Ciluk, Kecamatan Kauman, Ridwan, mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai mempererat hubungan antara polisi dan warga.

"Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Ditemani seperti ini membuat warga merasa aman dan nyaman," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menilai inovasi wedangan keliling efektif menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

"Saya berharap layanan 110 tidak hanya dikenal sebagai nomor darurat, tetapi benar-benar menjadi sarana pelayanan cepat, responsif, dan terpercaya bagi warga Ponorogo," pungkas Dwi.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads