Polres Kediri Kota menyiapkan pengamanan besar-besaran menjelang peringatan Malam Suro dan pengesahan warga baru Perguruan Silat. Sebanyak hampir 900 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan pada 16 Juni 2026.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan status siaga satu akan diberlakukan pada malam pelaksanaan Suran dan pengesahan warga baru Perguruan Silat guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
"Pada malam Suran tanggal 16 Juni nanti kami siaga satu. Seluruh personel kami siagakan, hampir 900 orang, untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan maupun Suran agar berjalan aman dan tertib," kata AKBP Anggi Saputra Ibrahim kepada detikJatim, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyiagakan personel, polisi juga akan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Kota Kediri. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya penggembira atau simpatisan dari luar daerah yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam kegiatan tersebut.
"Kami tegaskan penggembira dari luar kota tidak diperbolehkan masuk ke Kota Kediri. Penyekatan akan dilakukan di batas-batas kota dan pengamanan diperketat di lokasi kegiatan agar situasi tetap aman dan kondusif," tegas Anggi.
Kapolres juga mengingatkan seluruh peserta pengesahan agar mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama. Di antaranya tidak menggunakan atribut perguruan saat berangkat maupun pulang serta wajib menggunakan kendaraan roda empat atau lebih.
Penandatanganan Maklumat Aman Suro 2026 yang disepakati Polres Kediri Kota dengan seluruh organisasi pencak silat di Kediri. (Foto: Istimewa) |
Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri Siswanto menegaskan seluruh perguruan silat telah berkomitmen menjaga kondusivitas selama peringatan Bulan Suro berlangsung.
"Untuk Suran kami sudah berkomitmen bersama bahwa kegiatan ini harus tetap menjaga kondusivitas Kota Kediri. Komitmen ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir dan akan terus kami pertahankan melalui koordinasi seluruh perguruan silat," ujarnya.
Ia juga meminta seluruh anggota perguruan mematuhi Maklumat Aman Suro 2026 yang telah disepakati bersama aparat keamanan dan seluruh organisasi pencak silat.
"Pada saat Suran Agung semua harus tertib. Berangkat tidak memakai atribut perguruan, tidak menggunakan kendaraan roda dua, melainkan kendaraan roda empat atau lebih. Ini merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh perguruan dan aparat keamanan," katanya.
Dalam maklumat tersebut, peserta dilarang membawa atau mengenakan atribut perguruan seperti bendera, pakaian sakral, maupun slogan organisasi saat keberangkatan dan kepulangan. Rombongan juga wajib mengikuti jadwal yang telah ditentukan, menggunakan kendaraan tertutup roda empat atau lebih, serta mendapatkan pengawalan petugas.
Selain itu, kendaraan rombongan tidak diperbolehkan menggunakan speaker maupun sound system yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Peserta yang tetap memaksa menggunakan kendaraan roda dua akan dikembalikan kepada pengurus cabang atau ranting masing-masing untuk dipertanggungjawabkan.
"Semua anggota harus mematuhi apa yang sudah disepakati bersama. Tujuannya agar malam Suro berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat," ujar Siswanto.
Untuk mendukung pengamanan, IPSI Kota Kediri juga akan menerjunkan personel dari unsur perguruan silat. Sementara pihak penyelenggara telah menyiapkan ratusan petugas pengamanan internal (pamter) guna membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
(irb/dpe)
