Taruna Akpol Bongkar Bahaya Bullying-Balap Liar ke Pelajar di Kediri

Taruna Akpol Bongkar Bahaya Bullying-Balap Liar ke Pelajar di Kediri

Andhika Dwi - detikJatim
Kamis, 11 Jun 2026 17:30 WIB
Taruna Akpol turun ke SMAN 1 Kediri untuk menyampaikan bahaya bullying dan balap liar ke pelajar.
Taruna Akpol turun ke SMAN 1 Kediri untuk menyampaikan bahaya bullying dan balap liar ke pelajar. (Foto: Istimewa)
Kediri -

Sebanyak 14 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang tengah menjalani Latihan Kerja (Latja) di wilayah Polres Kediri Kota turun langsung ke sekolah untuk mengedukasi pelajar tentang bahaya kenakalan remaja dan pemanfaatan layanan darurat Call Center 110 Polri.

Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Kediri, Kamis (11/6/2026), itu diikuti ratusan siswa dan guru. Para taruna didampingi Pabingnis Binmas IPTU Moh. Komaruzaman serta Paping Latja IPTU Azizi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran hukum sejak usia sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui program Latja ini, para Taruna Akpol kami dorong berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya pelajar. Mereka tidak hanya belajar tugas-tugas kepolisian di lapangan tetapi memberikan edukasi tentang kesadaran hukum, pencegahan kenakalan remaja, dan pemanfaatan layanan kepolisian yang bisa diakses masyarakat," ujar AKBP Anggi Saputra Ibrahim kepada detikJatim, Kamis (11/6/2026).

Dalam kegiatan itu, para taruna memberikan pemahaman mengenai fungsi Call Center 110 sebagai layanan kepolisian yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan respons cepat dari polisi.

ADVERTISEMENT

Taruna Akpol BKT Ata Arya mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan agar para pelajar memahami cara menggunakan layanan kepolisian secara benar serta menjauhi berbagai perilaku yang berpotensi melanggar hukum.

"Kami sedang melaksanakan sosialisasi terkait Call Center 110 dan penyuluhan tentang kenakalan remaja. Kami berharap para pelajar memahami cara memanfaatkan layanan kepolisian secara tepat serta mampu menghindari perilaku yang melanggar hukum," ujar Ata Arya.

Senada, Taruna Akpol BKT Boni Arga Sihombing menegaskan Call Center 110 merupakan salah satu bentuk pelayanan cepat Polri kepada masyarakat.

"Kami ingin memberi edukasi terkait layanan 110 karena hadirnya Call Center 110 merupakan wujud nyata Polri selalu hadir di tengah masyarakat. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan bantuan dan kehadiran polisi," kata Boni.

Tak hanya memperkenalkan layanan kepolisian, para taruna juga mengingatkan para siswa tentang berbagai bentuk kenakalan remaja yang masih menjadi perhatian, mulai dari bullying, tawuran, penyalahgunaan narkoba, balap liar hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Para pelajar diajak untuk lebih disiplin, fokus meraih prestasi, serta berani menolak ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kapolres berharap edukasi yang diberikan para Taruna Akpol bisa membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari kenakalan remaja.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Latihan Kerja Taruna Akpol Tingkat III Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita di wilayah hukum Polres Kediri Kota yang bertujuan memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman lapangan bagi para calon perwira Polri.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads