Polda Jatim Gelar Lomba Manfaatkan AI untuk Dukung Keamanan Publik

Polda Jatim Gelar Lomba Manfaatkan AI untuk Dukung Keamanan Publik

Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 25 Jun 2026 21:20 WIB
Polda Jatim Gelar Lomba Manfaatkan AI
Polda Jatim gelar lomba manfaatkan AI (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim mendorong memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung keamanan publik. Teknologi kecerdasan buatan itu kemudian dituangkan melalui ajang KREAFEST 2026.

Lomba Video Berbasis AI bertema 'AI for Public Safety' menjadi kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, akademisi, media, hingga masyarakat umum untuk menghasilkan karya-karya digital yang edukatif dan inspiratif.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, perkembangan teknologi digital harus dihadapi dengan bijak. Karena kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari perkembangan perangkat komunikasi hingga lahirnya teknologi kecerdasan buatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Karena itu, pemanfaatannya harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat bagi masyarakat," kata Irjen Pol Nanang saat pengumuman pemenang lomba di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai, generasi muda memiliki kemampuan menguasai teknologi digital. Maka diperlukan ruang kreatif untuk menyalurkan potensi ke arah yang positif dan produktif.

ADVERTISEMENT

Nanang menjelaskan, lomba video berbasis AI digelar Polda Jatim menjadi salah satu bentuk upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Kegiatan tersebut pertama kali digelar di lingkungan Polda.

"Kami menangkap peluang bahwa dunia Artificial Intelligence menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi berbagai kalangan. Karena itu, kami memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk menunjukkan kreativitasnya melalui karya-karya positif," jelasnya.

Dia mengingatkan, transformasi digital yang berlangsung saat ini turut menghadirkan berbagai tantangan di ruang siber. "Ancaman kejahatan digital, provokasi, penyebaran hoaks, hingga konten negatif menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama," ujarnya

Oleh karena itu, ia berharap karya-karya berbasis AI dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membantu meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ruang digital.

"Melalui karya kreatif yang mengedukasi dan menginspirasi, kita bisa menangkal hoaks, mencegah penyebaran konten negatif, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," harapnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast selaku Ketua Panitia KREAFEST 2026 mengatakan, kompetisi tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

"Sebanyak 293 peserta mengikuti kegiatan ini dengan total 286 karya yang dikirimkan kepada panitia. Terdiri dari 109 peserta kategori pelajar dan mahasiswa serta 177 peserta kategori umum," kata Jules.

Ia menjelaskan, tema AI for Public Safety dipilih sebagai bentuk dorongan agar pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi nyata bagi keamanan publik. Kegiatan tersebut dinilai menjadi wadah kolaborasi antara kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, upaya kolaboratif tersebut penting untuk membangun ruang digital yang lebih ramah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan yang muncul di dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual.

"Kegiatan ini murni merupakan upaya bersama untuk membangun sinergi dengan seluruh elemen bangsa dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya keamanan dan ketertiban di ruang digital," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads