- Apa Itu Yu Sheng?
- Asal-usul Yu Sheng
- Tradisi Yu Sheng atau Prosperity Toss Ikan Mentah (生鱼, Sheng Yu) Jeruk Bali/pomelo (柚子, You Zi) Lada Bubuk (胡椒粉, Hu Jiao Fen) Minyak Sayur (油, You) Wortel (红萝卜, Hong Luo Bo) Lobak Hijau (青萝卜, Qing Luo Bo) Lobak Putih (白萝卜, Bai Luo Bo) Kacang Tanah Tumbuk (花生粉, Hua Sheng Fen) Biji Wijen (芝麻, Zhi Ma) Kerupuk Emas (薄脆饼干, Bo Cui Bing Gan) Saus Plum (酸梅酱, Suan Mei Jiang)
China merupakan salah satu negara dengan beragam budaya unik, terutama saat menjelang perayaan Imlek. Salah satunya adalah Yu Sheng, tradisi makan bersama yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran di tahun yang baru.
Yu Sheng atau yang dikenal pula sebagai prosperity toss merupakan hidangan salad khas Imlek yang populer di Singapura, Malaysia, hingga Indonesia. Sajian ini kerap dihadirkan sebagai menu pembuka dalam jamuan tahun baru Imlek karena diyakini melambangkan harapan akan rezeki berlimpah dan umur panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Yu Sheng?
Mengutip dari Indoindians.com, Yu Sheng merupakan hidangan salad ikan mentah khas Tionghoa bergaya Teochew yang identik dengan perayaan tahun baru Imlek. Sajian ini umumnya terdiri dari irisan ikan mentah (biasanya salmon) yang disajikan dingin dan dipadukan dengan berbagai sayuran serut serta aneka saus dan bumbu.
Asia Society mencatat, dalam satu piring besar berbentuk bulat, Yu Sheng diisi dengan wortel, lobak putih dan hijau, daun bawang, jahe, jeruk bali, serta pelengkap seperti kacang tanah tumbuk dan kerupuk renyah. Hidangan ini kemudian disiram dengan campuran saus plum manis, minyak, dan rempah-rempah. Kombinasi warna dan rasa tersebut menjadikan Yu Sheng sebagai salah satu sajian Imlek yang mencolok tampilannya dan sarat makna.
Secara simbolis, Yu Sheng dimaknai sebagai lambang kelimpahan, kemakmuran, dan semangat hidup. Tak heran jika hidangan ini kerap dihadirkan sebagai menu pembuka dalam jamuan Imlek.
Asal-usul Yu Sheng
Akar tradisi Yu Sheng diyakini berkaitan dengan mitologi Tiongkok tentang Dewi Nu Wa yang konon menciptakan manusia pada hari ketujuh tahun baru Imlek. Untuk mengenang hari simbolis kelahiran kembali tersebut, para nelayan dan pelaut Tiongkok memanfaatkan sisa-sisa hidangan Imlek untuk diracik menjadi salad sederhana yang kemudian dikenal sebagai Yu Sheng.
Tradisi ini dibawa imigran Tionghoa ke wilayah Malaya pada 1930-an. Saat itu, Yu Sheng dijajakan sebagai salad ikan sederhana dengan jahe dan selada oleh pedagang kaki lima. Perkembangannya berlanjut pada 1940-an ketika seorang koki asal Seremban, Loke Ching Fatt, menciptakan versi baru dengan menambahkan puluhan bahan serta saus khas racikannya.
Sementara itu, bentuk modern Yu Sheng juga dipopulerkan di Singapura pada 1960-an, dan pertama kali disajikan di Restoran Lai Wah pada 1964. Sejak saat itu, Yu Sheng dikenal luas sebagai hidangan khas Imlek di Singapura, Malaysia, dan Indonesia, dengan sebutan lain seperti Yee Sang, Lo Hei, atau Prosperity Toss.
Tradisi Yu Sheng atau Prosperity Toss
Tradisi biasanya dimulai dengan menambahkan bahan-bahan Yu Sheng ke dalam piring secara berurutan, diiringi ucapan doa dan harapan baik untuk tahun yang akan datang. Berikut adalah rinciannya berdasar rangkuman detikJatim.
Ikan Mentah (生鱼, Sheng Yu)
Ikan mentah atau salmon menjadi bahan pertama yang dimasukkan sebagai simbol kelimpahan sepanjang tahun. Ucapan yang menyertainya adalah "Nian Nian You Yu" (年年有余), yang bermakna harapan agar rezeki selalu berlebih setiap tahun.
Jeruk Bali/pomelo (柚子, You Zi)
Melambangkan keberuntungan dan nilai baik. Saat menambahkannya, diucapkan "Da Ji Da Li" (大吉大利), yang berarti semoga segala urusan berjalan lancar dan penuh keberuntungan.
Lada Bubuk (胡椒粉, Hu Jiao Fen)
Ditaburkan sebagai simbol doa agar kekayaan datang menghampiri. Ucapan yang digunakan adalah "Zhao Cai Jin Bao" (招财进宝), yang berarti menarik rezeki dan harta.
Minyak Sayur (油, You)
Disiramkan dengan gerakan melingkar sebagai lambang rezeki yang mengalir dari segala arah. Doa yang diucapkan biasanya "Yi Ben Wan Li" (一本万利), bermakna modal kecil membawa keuntungan besar, serta "Cai Yuan Guang Jin" (财源广进), yang berarti sumber rezeki datang tanpa henti.
Wortel (红萝卜, Hong Luo Bo)
Melambangkan datangnya keberuntungan. Ucapan yang menyertai adalah "Hong Yun Dang Tou" (鸿运当头), yang berarti nasib baik sudah di depan mata.
Lobak Hijau (青萝卜, Qing Luo Bo)
Menjadi simbol awet muda dan semangat yang terus terjaga. Doa yang diucapkan adalah "Qing Chun Chang Zhu" (青春常驻), bermakna tetap muda dan penuh energi.
Lobak Putih (白萝卜, Bai Luo Bo)
Melambangkan perkembangan usaha dan karier. Ucapan yang sering diucapkan yakni "Bu Bu Gao Sheng" (步步高升), berarti naik setahap demi setahap, serta "Feng Sheng Shui Qi" (风生水起), yang dimaknai kemajuan pesat.
Kacang Tanah Tumbuk (花生粉, Hua Sheng Fen)
Menjadi simbol kemakmuran rumah tangga. Ucapan yang menyertainya adalah "Jin Yin Man Wu" (金银满屋), yang berarti rumah dipenuhi emas dan perak.
Biji Wijen (芝麻, Zhi Ma)
Melambangkan usaha yang terus tumbuh dan berkembang. Doa yang diucapkan adalah "Sheng Yi Xing Long" (生意兴隆), yang berarti usaha semakin maju.
Kerupuk Emas (薄脆饼干, Bo Cui Bing Gan)
Melambangkan kekayaan berlimpah. Ucapan yang digunakan yaitu "Man Di Huang Jin" (满地黄金), yang berarti emas berserakan di mana-mana.
Saus Plum (酸梅酱, Suan Mei Jiang)
Menjadi bahan terakhir yang dituangkan sebagai simbol hubungan yang harmonis. Ucapan yang diucapkan adalah "Tian Tian Mi Mi" (甜甜蜜蜜), bermakna hubungan yang manis dan penuh kasih.
Setelah semua bahan tersaji, seluruh orang yang duduk di meja akan berdiri mengelilingi piring dan bersama-sama mengangkat salad menggunakan sumpit. Ritual ini dikenal dengan sebutan Lo Hei, yang berarti "naik" atau "meningkat". Semakin tinggi salad diangkat dan dilempar, maka semakin besar pula harapan akan kemakmuran.
Selama proses tersebut, berbagai seruan keberuntungan seperti "huat ah" atau "gong xi" kerap terdengar sehingga tercipta suasana meriah dan penuh energi. Karena maknanya erat dengan perayaan Imlek, Yu Sheng umumnya hanya disantap pada periode Tahun Baru Imlek. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, keberuntungan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun yang akan datang.
(hil/irb)
