Unik! MBG Versi Kafe di Lumajang Sisihkan Keuntungan untuk Guru Honorer

Unik! MBG Versi Kafe di Lumajang Sisihkan Keuntungan untuk Guru Honorer

Anastasia Trifena - detikJatim
Rabu, 25 Feb 2026 10:30 WIB
Unik! MBG Versi Kafe Lumajang Sisihkan Untung untuk Guru
Menu MBG di kafe Lumajang/Foto: Istimewa
Lumajang -

Ada MBG baru di Lumajang! Bukan 'Makan Bergizi Gratis' melainkan 'Menu Berbagi untuk Guru'. Menu kreatif ini dihadirkan oleh Magnolia Coffee and Space, Lumajang.

Jika MBG versi pemerintah menyasar pemenuhan gizi siswa, MBG di Magnolia justru bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

Owner Magnolia Coffee and Space, Khoirul Mahmud Al Yahfi mengatakan, penggunaan nama MBG memang terinspirasi dari program pemerintah. Namun, makna yang diusung dibuat berbeda dengan fokus pada guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya memang betul kami terinspirasi dari MBG yang sudah dilakukan sama pemerintah dari sisi nama. Cuma kami ini lebih ke fokus ke yang lain, artinya fokus yang kami ambil ini terhadap gurunya," kata Yahfi kepada detikJatim, Rabu (25/2/2026).

ADVERTISEMENT
Unik! MBG Versi Kafe Lumajang Sisihkan Untung untuk GuruUnik! MBG Versi Kafe Lumajang Sisihkan Untung untuk Guru Foto: Istimewa

Menurutnya, konsep tersebut dipandang sebagai bentuk kolaborasi sederhana antara pemerintah dan pelaku usaha. Magnolia mengambil peran dari sisi swasta dengan melakukan hal yang masih berada dalam kapasitas bisnisnya.

Pemilihan guru honorer sebagai sasaran program MBG dinilai selaras dengan kondisi yang ada di lapangan. Persoalan kesejahteraan guru honorer yang merupakan isu nasional juga dirasakan di Lumajang.

"Di Lumajang juga banyak bu guru-guru honorer yang punya gaji di bawah layak itu banyak banget. Ini momentum lah menurut saya momentum. Ini hal yang pas, hal yang baik untuk bisa kita lakukan untuk membantu para guru honorer ini," ujarnya.

Menu MBG di Magnolia Coffee and Space dibanderol seharga Rp 25.000 per porsi. Dari setiap pembelian, pengelola menyisihkan Rp 5.000 dari keuntungan untuk disalurkan kepada guru honorer.

Selain dari penjualan menu, dana juga kerap bertambah dari pelanggan yang secara sukarela ikut berdonasi.

Dana tersebut kemudian dikumpulkan dan disalurkan secara rutin setiap pekan. Kafe ini memiliki tim internal yang melakukan survei langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

"Kalau kerjasama resmi sih enggak, tapi kami punya tim yang terjun ke daerah-daerah yang memang survei kelayakan guru-guru mana yang memang berhak untuk mendapatkan permanfaatan ini," ucap Yahfi.

Penyaluran bantuan program MBG sudah berjalan sejak awal Februari 2026. Distribusi dilakukan secara berkala setiap minggu kepada guru honorer yang telah lolos proses survei dan verifikasi.

Respons para penerima manfaat disebut sangat positif. Yahfi mengungkapkan, sebagian besar guru honorer yang menerima bantuan telah mengabdi puluhan tahun dengan penghasilan yang jauh dari kata layak.

"Ada yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahun, bahkan sejak 1980, tapi honornya masih sekitar Rp 250 ribuan," katanya.

Unik! MBG Versi Kafe Lumajang Sisihkan Untung untuk GuruUnik! MBG Versi Kafe Lumajang Sisihkan Untung untuk Guru Foto: Istimewa

Selain memiliki nilai sosial, menu MBG di Magnolia juga disajikan bak menu makan bergizi sungguhan. Penyajiannya menggunakan ompreng, lengkap dengan lauk, sayur, buah, dan susu dalam setiap porsi.

Menu MBG ini dirotasi setiap hari agar pelanggan tidak bosan. Pada hari Senin, seporsi MBG berisi nasi, ayam goreng rempah, tahu, tempe, timun, selada, semangka, dan susu.

Selasa, menu terdiri dari nasi, ayam pop, saus kare, telur rebus, selada, semangka, dan susu. Rabu, pelanggan akan mendapatkan katsu saus teriyaki, scramble egg, selada, semangka, dan susu.

Kamis, menu berganti menjadi roti, sosis, salad, scramble egg, susu, dan nanas. Jumat, tersedia wedges, telur rebus, wortel, buncis, semangka, dan susu.

Sementara itu, Sabtu diisi dengan menu ayam pop, wortel, buncis, wedges, selada, melon, dan susu. Minggu, menu MBG berisi chicken wings, french fries, corn ribs coleslaw, selada, anggur, dan susu.

Ke depan, program Menu Berbagi untuk Guru ini dirancang sebagai gerakan jangka panjang. Namun, Yahfi mengakui keterbatasan kapasitas membuat program tersebut belum bisa menjangkau seluruh guru honorer yang membutuhkan.

Ia berharap, langkah yang dilakukan Magnolia dapat menginspirasi pelaku usaha lain untuk melakukan aksi serupa sehingga manfaat yang dihasilkan bisa lebih luas.

"Harapannya banyak pelaku bisnis yang melakukan hal yang serupa. Jadi kebermanfaatannya itu luas," pungkas Yahfi.

Halaman 2 dari 2
(hil/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads