Ngabuburit Berburu Takjil di Gebang Lor Surabaya, Mulai Rp 1.000-an

Ngabuburit Berburu Takjil di Gebang Lor Surabaya, Mulai Rp 1.000-an

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 05 Mar 2026 17:15 WIB
Suasana ngabuburit di pasar takjil Jalan Gebang Lor dekat ITS Surabaya
Suasana ngabuburit di pasar takjil Jalan Gebang Lor dekat ITS Surabaya. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Ruas Jalan Gebang Lor dekat ITS Surabaya tampak berbeda selama Ramadan. Sore hari menjelang Magrib, kawasan ini dipadati pemburu takjil untuk menikmati waktu ngabuburit.

Pantauan detikJatim, pedagang berjejer di kanan dan kiri jalan, menawarkan aneka takjil hingga menu berbuka dengan harga ramah di kantong, mulai Rp 1.000 saja.

Aktivitas jual beli sudah terlihat sejak pukul 15.00 WIB dan biasanya semakin padat mendekati waktu berbuka. Mahasiswa hingga warga tampak asik memilih berbagai makanan dan minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Takjil paling murah dibanderol Rp 1.000, seperti sempol dan beberapa jenis gorengan kecil. Ada pula beberapa gorengan lain seperti risoles, tahu isi, dan bakwan yang rata-rata dijual Rp 2.000 per buah. Kemudian ada kebab mini Rp 3.000, hingga aneka es dan jus mulai Rp 5.000.

Selain itu, juga ada menu makanan berat seperti siomay, bakso, batagor, sate, serta berbagai menu nasi di kisaran Rp 10.000. Juga jajanan favorit seperti dimsum, harganya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per porsi.

ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang gorengan, Rina (38), mengaku sengaja menjaga harga tetap terjangkau karena mayoritas pembelinya mahasiswa.

"Kalau Ramadan begini yang beli banyak anak kos sama mahasiswa. Jadi saya tetap jual mulai seribuan biar semua bisa kebagian," kata Rina kepada detikJatim, Kamis (5/3/2026).

Hal serupa disampaikan Arif (42), penjual aneka es dan jus. Ia menyebut minuman segar paling diburu. Per harinya, ia bisa menjual lebih dari 30 cup atau gelas.

"Es teh, es jeruk, jus tomat sama alpukat paling laris. Mulai Rp 5 ribu saja," tuturnya.

Di antara kerumunan pembeli, Nadia (20), mahasiswa ITS, mengaku senang ngabuburit berburu takjil di kawasan ini karena pilihannya banyak dan harganya bersahabat.

"Uang Rp 20 ribu sudah dapat gorengan, es, sama nasi bungkus. Biasanya ke sini sama teman-teman habis dari kampus, sebelum buka puasa," katanya.

Sementara itu, Lena (45), warga setempat, memilih berburu takjil di Gebang Lor karena lebih praktis dibanding memasak sendiri.

"Sering gak sempat masak untuk buka puasa karena ada kerjaan, jadi senang bisa berburu makanan minuman di sini, harganya juga masih terjangkau," ujarnya.

Pasar takjil Gebang Lor ini biasanya buka hingga sekitar pukul 18.00 WIB atau setelah waktu berbuka tiba.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads